Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Puluhan Hektar Lahan Padi di SBT Terancam Gagal Panen

0 72

Ambon, TN – Bagian pintu sebelah kiri bendungan irigasi Waimatakabu, Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT, yang mengairi puluhan hektar lahan padi di Desa Waisamet, kini kurang mendapat jatah air untuk kebutuhan sekunder, sehingga dipastikan tanaman padi bakal gagal panen tahun ini.

Waisamet sebagai desa paling ujung dalam jatah pengairan Irigasi Waimatakabu harus berselisih paham dengan para petani desa lain, akibat jatahnya air ditutup setiap hari. Sementara tanaman padi yang beranjak usia hamil sudah harus membutuhkan air sebagai bentuk perkembangbiakannya.

Para petani di desa ini kecewa, karena padi tak kunjung berbuah tumbuh kerdil, lantaran sejak ditanam, padi tidak mendapatkan suplai air yang cukup. Warga desa itu bahkan selalu mengeluh, tanaman padi mereka tidak mendapatkan suplai air yang cukup sejak ditanam, karena area sawah ini jarang dialiri air.

Anggota Kelompok Gapoktan, Siwan mengaku pasrah melihat kondisi ini. Selain lahan yang kekeringan, kata dia, tanah garapan juga ikut retak dan berlubang, apalagi sudah hampir 1 bulan tidak pernah ada hujan. Para petani, menurut Siwan, sudah berusaha dengan cara lain untuk mendapatkan pasok air melalui irigasi tanah dalam. Hanya saja, masih terkendala pada biaya untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk menyalahkan mesin genset.

“Kami memperkirakan, tanaman padi ini terancam gagal panen, dan petani akan mengalami kerugian puluhan juta rupiah, karena biaya operasional mulai dari tahap pengolahan bibit dan sarana produksi lainnya, yang dikeluarkan petani tidak sedikit. Ini belum termasuk biaya pupuk, biaya garap, dan biaya lainnya. Dengan keadaan ini, kami hanya berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi, sebab ini sudah kesekian kalinya petani di Desa Waisamet gagal panen. Salah satu penyebabnya pada pengairan,” ungkap dia saat menghubungi Teropongnews.com, di Ambon, Selasa (2/7).

Dia mengaku, satu-satunya komoditi unggulan di Desa Waisamet adalah padi. Melalui Dana Desa (DD) tahun 2019, kata Siwan, para petani akan mencoba mengenjot komoditi unggulan ini dalam program pemberdayaan melalui bantuan tanaman padi puluhan hektar, untuk menjawab ketahanan pangan di kabupaten yang bertajuk Ita Wotu Nusa ini.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Gumumae Misyanto berharap, Pemerintah Kabupaten SBT bisa mencarikan solusi terbaik, agar petani di wilayah perbatasan SBT-Maluku Tengah ini tetap bisa produktif meski musim kering. “Kami berharap adanya bantuan sistem pompanisasi melalui solarsel untuk bisa mengairi sawah kami, agar kami tetap bisa panen meski musim panas,” harap Misyanto.

Anda mungkin juga berminat