Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Puluhan Anak Terindikasi Stunting, Puskesmas Mariat Canangkan ‘Gencar Sisagu’

0 264

Aimas, TN – Puluhan anak usia dibawah dua tahun di wilayah pelayanan kesehatan Puskesmas Mariat, terindikasi menderita stunting akibat kekurangan gizi. Faktor penyebabnya, antara lain masalah ekonomi keluarga, pemahaman orangtua tentang pemenuhan gizi anak, serta penyakit bawaan anak.

Rahmawati, tenaga kesehatan bagian gizi Puskesmas Mariat menjelaskan, ditemukannya penderita stunting ini, diketahui saat pelayanan kesehatan anak di sejumlah Posyandu. Saat dilakukan penimbangan berat badan, tidak singkron denan standar tinggi anak dan usia anak.

“Tapi sudah kita lakukan intervensi, dan alhamdulillah sekarang kondisinya sudah lebih baik,” ujar Rahmawati, usai Pencanangan Program Gerakan Cerdas Sayang Ibu, Sayang Anak Gizi Utama Keluarga (Gencar Sisagu), di Kelurahan Klamalu, Distrik Mariat, Kamis (7/11/2019).

Stunting adalah kegagalan pertumbuhan akibat akumulasi ketidakcukupan zat gizi yang berlangsung lama dari kehamilan sampai usia 24 bulan. Kondisi ini bisa memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan.

Menurut Rahmawati, untuk mencegah stunting, imunisasi lengkap harus dilakukan ibu ketika hamil, imunisasi anak ketika usia 0 hingga 2 tahun, serta pemenuhan gizi terhadap anak harus dilakukan dengan baik. “Tidak harus beli makanan mahal untuk mendapatkan asupan gizi anak. Cukup banyak makanan di sekitar rumah yang juga mengandung banyak gizi,” kata Rahmawati.

Pencanangan Program Gencar Sisagu yang dilakukan oleh Kepala Distrik Mariat ini, diinisiasi Puskesmas Mariat bekerjasama dengan Kelurahan Klamalu. Menurut Sunarwan SKM. MPH, Kepala Puskesmas Mariat, dengan bantuan dana dari kelurahan, program itu dilaksanakan untuk menanggulangi stunting sejak dini.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan tidak bisa diurus sendiri oleh Puskesmas. Peran serta dari Distrik, Kelurahan, serta masyarakat secara umum, mutlak sangat dibutuhkan,” kata Sunarwan.

Semangat para stake holder yang ada di level bawah ini, juga sebagai komitmen untuk bersama-sama mewujudkan visi misi Bupati Sorong yang menyatakan; Maju Bersama, Rakyat Cerdas, Sehat dan Sejahtera 2022.

“Dan dalam visi misi itu, masalah kesehatan menjadi prioritas yang harus dilaksanakan. Bukan hanya tersirat, tapi tersurat,” tandas Sunarwan, yang baru satu bulan menjabat Kepala Puskesmas Mariat.

Dalam memberi pelayanan kesehatan masyarakat, Puskesmas Mariat memiliki concern yang cukup tinggi. Kata Sunarwan, puskesmas ini adalah satu-satunya yang memiliki fasilitas pemulihan gizi. “Puskesmas lain belum memiliki itu. Hanya ada di Mariat,” tandasnya.

Sementara Kepala Distrik Mariat, Amat Daroji mengatakan, dengan dicanangkan program Gencar Sisagu ini, kepedulian orangtua terhadap kesehatan anak harus lebih baik lagi. Penanganan kesehatan anak, harus dilakukan sejak dini.

“Jangan sampai orangtua tidak perhatian, ada anak sakit tidak tahu. Nanti kalau sakit sudah parah, baru bingung bawa ke rumah sakit. Kita bersyukur ada puskesmas yang memiliki fasilitas pelayanan gizi. Itu yang dimanfaatkan dengn baik,” kata amat Daroji.

Pernyataan senada juga disampaikan Supala SE, Kepala Kelurahan Klamalu. Untuk mencegah terjadinya stunting, ibu harus rutin memeriksakan anaknya ke posyandu. Karena sekecil apapun masalahnya, kalau sudah menyangkut gizi buruk, sangat mudah untuk dipolitisir.

“Biarpun itu hanya terjadi pada 1 anak. Makanya, saya pesan kepada ibu-ibu, anaknya rarus rutin di timbang ke Posyandu, agar kesehatannya terkontrol dengan baik,” tandas Supala. **

Anda mungkin juga berminat