Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Pukul Dokter Piket, UGD RSUD Raja Ampat Sempat Tutup

0 1.444

Waisai, TN- Kasus penganiayaan terhadap FRJ, salah seorang dokter jaga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ampat, Selasa dini hari (12/2) sudah ditangani pihak Kepolisian Resort (Polres) Raja Ampat.

Menurut keterangan polisi, peristiwa penganiayaan ini terjadi di Unit Gawat Darurat (UGD) saat pelaku berinisial IS dan keluarga membawa orang tua mereka untuk penanganan medis di RSUD Raja Ampat pada Selasa dini hari.

“Berdasarkan pemeriksaan singkat di SPK, jadi sipelaku atas nama IS ini, membawa orang tuanya ke rumah sakit di UGD, jadi setelah melakukan pemeriksaan oleh dokter piket, tapi berdasarkan fakta di lapangan, dokter saat mengecek nadi dari orang tua sipelaku ini, ternyata sudah tidak ada,” jelas Wakapolres Raja Ampat, Kompol Anjar Purwoko, SH, S.IK, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (12/2).

“Ketika dokter menyampaikan hal itu kepada si pelaku, kalau orang tuanya sudah tidak ada atau meninggal dunia, namun pelaku merasa tidak yakin dan tidak puas akhirnya terjadi adu mulut, karna mungkin situasi sudah tidak terkontrol, akhirnya pelaku melakukan pemukulan terhadap dokter yang piket jaga saat itu di UGD,” lanjut Wakapolres.

Untuk kepentingan penyelidikan, saat ini pelaku IS sudah ditahan di ruang tahanan Polres Raja Ampat.

Menurut Kompol Anjar Purwoko, berdasarkan pemeriksaan awal terhadap korban, korban dipukul dari bibir bagian bawah dan mengakibatkan luka robek sebanyak tiga jahitan.

Polisi masih tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kasus tersebut. Pasal yang digunakan dalam kasus tersebut, adalah pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun.

UGD SEMPAT TUTUP

Aksi penganiayaan atau pemukulan terhadap FRJ salah seorang dokter jaga di Unstalasi Gawat Darurat (UGD) oleh pelaku IS, berdampak pada aksi mogok para dokter untuk tidak melakukan pelayanan terhadap pasien di UGD RSUD Raja Ampat.

Aksi tersebut dilakukan dengan cara menempelkan pengumuman pada pintu masuk UGD.

Pengumuman yang ditempel oleh pihak RSUD Raja Ampat. Foto ist.

UGD TUTUP Tidak Terima Pasien Karena Ada Kasus Pemukulan Terhadap Dokter Jaga UGD, Kami Ingin Melayani Tapi Kami Tidak Ingin Dianiaya…!!!”

Aksi mogok ini terjadi pada Selasa dini hari, tepat setelah peristiwa pemukulan terhadap dokter jaga di IGD RSUD Raja Ampat.

Berdasarkan pantauan teropongnews.com di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar pukul 10.00 wit, memang benar, ruangan IGD tampak sepi dan tidak ada pelayanan sama sekali. Hal itu juga dibenarkan oleh sejumlah petugas rumah sakit yan ditemui di TKP.

Media ini berusaha melakukan konfirmasi kepada Direktur RSUD Raja Ampat, dr. Agus Arianto, S.pb, namun menurut petugas rumah sakit, yang bersangkutan (dirktur RSUD.red) sedang dirawat alias opname di salah satu ruangan.

Tidak mendapatkan konfirmasi direktur RSUD Raja Ampat, media ini selanjutnya mendatangi kediaman korban, guna upaya konfirmasi, namun yang bersangkutan belum bersedia diganggu.

Sampai berita ini ditayangkan, pihak keluarga dari pelaku penganiayaan belum berhasil dikonfirmasi, lantaran masih berada dalam situasi duka.(*)