Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

PTT RSU Sofifi Diperintah Untuk Kembali Bekerja

0 136

Ternate, TN – Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Utara (Malut), Bambang Hermawan memerintahkan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang selama ini bekerja di Rumah Sakit Umum (RSU) Sofifi, Provinsi Maluku Utara, untuk kembali bekerja.

Pasalnya, Direktur RSU Sofifi, dr. Sylvia Umaternate, mengundang rapat seluruh PTT untuk menyampaikan beberapa hal, termasuk mengumumkan rencana pemangkasan PTT lantaran keterbatasan anggaran.

Setelah usai pertemuan itu, dr. Sylvia memerintahkan Kepala Tata Usaha, Abdul Chalid, untuk menyampaikan ke seluruh PTT, agar tidak melanjutkan aktivitas pelayanannya di RSU, terhitung sejak 1 Mei 2019. Inilah yang memicu aksi para PTT tersebut.

Menurut Bambang Surat Keputusan (SK) PTT dibuat setiap tahun, dan dapat diperpanjang untuk tahun berikutnya. “Di tahun 2019 ini, akan dievaluasi beban kerjanya. Dari situ, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) akan mendapat kuota. Sebab Badan Kepegawaian Nasional tidak melakukan pengangkatan PTT, kecuali Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K),” kata Bambang kepada Teropongnews.com, di Ternate, Minggu (19/5) malam.

Menurut dia, untuk P3K belum mendapatkan jumlah kuota dari pemerintah pusat. Karena saat ini, yang baru diberi kuota adalah Dinas Pendidikan dan beberapa tenaga kesehatan lainnya. “Kalau tidak salah sekitar 43 orang,” katanya.

Dia mengatakan, ketika hasil evaluasi ABK dikeluarkan, maka dari situlah dapat diketahui, berapa kuota yang diperoleh berdasarkan beban kerja. Sedangkan alasan kuota untuk RSU Sofifi kecil, karena gedung utama rumah sakit belum difungsikan.

“Ketika gedung belum berfungsi di tengah penerimaan CPNS, maka jumlah kuota yang berada di biro organisasi akan sangat kecil. Bagi yang sudah bekerja hingga posisi akhir atau yang tercatat hingga di bulan Juni, SK sudah bisa dikeluarkan. Sedangkan untuk Juli-Desember, akan disesuaikan dengan kuota,” tandas dia

Anda mungkin juga berminat