Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

PT Arafura Seafood Harus Gandeng Nelayan dan Serap Tenaga Kerja Lokal

0 180

Aimas, TN – Manajemen PT Arafura Seafood harus merekrut warga di sekitar perusahaan sebagai tenaga kerja di perusahaan, dan menggandeng para nelayan lokal sebagai mitra kerja, untuk memenuhi kebutuhan akan bahan bakunya.

Bupati Sorong, Dr. Johny Kamuru SH. MSi mengatakan, Kampung Wasinsang adalah salah satu kampung yang terpencil dari keramaian kota, dengan penduduk yang menggantungkan hidupnya dari berkebun dan nelayan. Hadirnya PT Arafura di daerah itu, diharapkan dapat memberi manfaat dalam meningkatkan taraf hidup dan perekonomian warga.

“Kita menangkap investasi ini adalah satu berkat, satu kesempatan bagi kita dalam rangka bagaimana memajukan perekonomian di Kabupaten Sorong. Dengan kehadiran perusahaan ini, tentunya tenaga kerja dapat diserap, terutama tenaga kerja dari kampung yang ada di sekitar perusahaan, lebih luas lagi dari masyarakat Papua yang ada di Kabupaten Sorong,” kata Bupati JK.

Memang menurut Bupati JK, Kampung Wasinsang ini kampung yang terpencil, yang mana dulu di kampung memang ini dari segi pelayanan terlambat. Bahkan dulu dia punya gedung tempat ibadah pakai kayu saja.

“Saat itu bapak Malak (saat menjabat sebagai Bupati Sorong), bersama saya turun kesana, kita bangun lagi gereja itu.  Nanti ke depan, saya berharap perusahaan dapat membantu memperbaiki, dan juga membuka akses jalan dari Klawor masuk ke  kampung Wasinsang,” urai Bupati JK.

Sementara menurut Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sorong, Dra. Bekti Giri Wahyuni MSi, PT Arafura harus memberdayakan nelayan lokal yang ada di daerah itu, sebagai tambahan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku ikan segarnya.

“Arafura ini kan mengolah ikan segar, ikan beku dan fillet. Tapi sesuai aturan Kementerian Kelautan dan Perikanan,  perusahaan seperti ini tidak boleh memiliki kapal penangkap ikan, berarti harus mengumpulkan hasil tangkapan nelayan setempat,” kata Bekti.

Kendati demikian, perusahaan juga harus menggandeng perusahaan penangkap ikan lain, baik di Sorong maupun luar Sorong, agar target pengumpulan bahan baku yang telah ditetapkan sebanyak30 ton per hari, bisa terpenuhi.

“Jadi tadi saya sarankan ke perusahaan, mereka harus bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan atau kelompok nelayan yang ada di wilayah kabupaten. Juga dengan dari Raja Ampat, Kaimana, bisa diajak kerjasama, supaya bisa mendapatkan kapasitas produksi seperti yang mereka targetkan,” katanya.

Target 30 ton per hari, menurutnya angka yang cukup tinggi, mengingat kemampuan tangkap nelayan tradisional yang ada di Kabupaten Sorong rata-rata masih rendah.

Untuk nelayan dengan kapal 5 GT, kata Bekti, kemampuan tangkapnya paling banyak 2 ton dalam minggu. Makanya, ke depan pemerintah akan menggandeng perusahaan perikanan untuk memberikan pelatihan kepada nelayan, agar bisa meningkatkan kemampuan tangkapnya secara benar dan modern.

“Kalau mereka sudah punya ketrampilan lebih, bisa kita bantu peningkatan kapalnya, bukan hanya motor tempel, tapi mungkin dengan kapal 5 GT jika memang SDM-nya sudah siap,” tandas Bekti.

Direktur PT Arafura, Sutino Tuhuteru mengaku akan memperhatikan apa yang telah disampaikan Bupati dan pihak-pihak terkait. Sebagai perusahaan yang akan berinvestasi di Kabupaten Sorong, tentu akan memberikan manfaat terhadap lingkungan sekitarnya.

“Dalam membangun usaha, kami senantiasa berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Terlebih di dalam rencana usaha kami, sangat konsen pada bidang food safety sehingga unsur kesehatan dan kelestarian lingkungan sangat mempengaruhi berlangsungnya rencana usaha ini,” kata Sutino.

Anda mungkin juga berminat