Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Prihatin, Janda Satu Anak Derita Kanker Payudara

0 166

Sorong,TN- Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang berbahaya yang umum menyerang kaum hawa. Bahkan parahnya penyakit yang dengan gejala awal berupa benjolan di payudara ini, bisa sampai merenggut nyawa penderitanya jika tidak segera diobati.

Rosmina Ayomi, warga Jl Perikanan RT 03 RW Klademak II Pantai Kelurahan Klaligi Distrik Sorong Manoi Kota Sorong Provinsi Papua Barat ini terpaksa harus menahan sakit akibat kanker payudara yang dideritanya sejak 4 tahun silam.

Kepada awak media, Rosmina menceritakan kalau awalnya ia hanya merasa ada benjolan di payudara sebelah kiri. Menurutnya, benjolan itu muncul lantaran dirinya sehabis melahirkan anak kedua, tidak pernah menyusui anaknya dengan payudara sebelah kiri, hanya sebelah kanan saja yang digunakan.

Beberapa bulan kemudian, setelah anak keduanya meninggal dunia, baru dirinya merasa ada benjolan tapi keras seperti batu. “Saya tidak hiraukan itu, saya terus saja bekerja,” ujar Ros saat ditemui media ini di rumahnya, Rabu (24/7).

Rosmina yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang bersih-bersih di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jembatan Puri Kota Sorong mengaku tidak langsung memeriksakan benjolan di payudara nya ke puskesmas atau rumah sakit, karena merasa benjolan tersebut tidak menimbulkan rasa sakit.

Namun janda satu anak ini tidak menyangka kalau dalam waktu 4 tahun, virus kanker tersebut dengan cepat menyebar ke seluruh payudara bagian kiri bahkan ke tubuhnya. Rosmina baru merasakan sakit yang teramat sakit setelah adanya luka yang semakin membesar dan menganga dengan mengeluarkan nanah dan bau yang busuk.

Penyebaran virus kanker payudara yang begitu cepat membuat stamina janda satu anak inipun menurun drastis, sehingga ia tidak mampu lagi pergi bekerja dan berjualan ikan untuk mencari nafkah.

“Saya hanya berobat pake ramuan tradisional saja pake daun-daun. Tapi mungkin karena tidak cocok dengan penyakit ini, lukanya tambah besar dan tambah sakit. Dirumah saya tidur tidak pernah pake baju, karena sakit sekali kalau tersentuh,” cerita Rosmina.

“Dokter bilang sudah menyebar jadi harus dilakukan kemoterapi saja, kalau disorong tidak ada harus keluar daerah,” lanjutnya. Katanya, jangankan mau kemoterapi, untuk membayar iuran BPJS Kesehatan yang sudah menunggak beberapa bulan saja tidak mampu dibayarnya. Sehingga ketika berobat ke RS Sele Be Solu, Rosmina meminjam kartu BPJS Kesehatan milik kerabatnya.

Rosmina mengaku kini ia hanya bisa pasrah kepada Tuhan, karena tidak memiliki biaya untuk berobat maka dirinya sangat mengharapkan bantuan dan uluran tangan dari berbagai pihak agar penyakit kanker payudara yang dideritanya bisa sembuh.

Anda mungkin juga berminat