Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Polres Raja Ampat Amankan 3 Tersangka Ilegal Fishing

0 157

Waisai, TN – Kepolisian Resor (Polres) Raja Ampat telah merampungkan kasus ilegal fishing, yakni pengguna bom ikan di perairan pulau Boo, distrik Kofiau kabupaten Raja Ampat dengan nomor polisi LP/93/IX/2019/Papua Barat/Res Raja Ampat tertanggal 20 September 2019. Kasus tersebut kemudian dirilis langsung oleh Kapolres Raja Ampat, AKBP. Edy Setyanto Erning Wibowo S.IK dihalaman kantor Mapolres Raja Ampat, Senin (23/9).

Dalam kronologisnya, Kapolres Raja Ampat, menjelaskan masyarakat kampung Boo tertanggal 20 September 2019 tentang aktifitas pengebom ikan, Kapolres mengerahkan Tim Sapolair Polres Raja Ampat menuju TKP dan berhasil mengamankan pelaku dan sejumlah barang bukti yang kemudian dibawa menuju kota Waisai untuk proses hukum selanjutnya di Mapolres Raja Ampat.

“Mereka ini dari daerah luar Raja Ampat, yakni Halmahera selatan provinsi Maluku Utara dengan jumlah 3 orang. Saat akan diamankan, mereka sempat melompat dari longboat, tapi berhasil diselamatkan dan dibawa ke Mapolres Raja Ampat,” jelas Kapolres.

Kemudian, penyidik Satpolair Polres Raja Ampat menetapkan 3 orang pelaku yang berhasil diamankan ini menjadi tersangka (TSK) karena terbukti melanggar hukum dengan dikenakan pasal berlapis, yakni pertama pasal 1 ayat 1 UU RI nomor 12 tahun 1951 tentang senjata api dan bahan peledak dengan ancaman hukuman mati atau hukuman seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun.

Lalu pasal 84 ayat 1 juncto pasal 8 ayat 1 UU RI nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dengan pidana kurungan maksimal 6 tahun dan denda sebesar 1,2 Milyar rupiah.

“Kami kenakan pasal berlapis, karena mereka ini melanggar 3 hal, yakni mengenai penggunaan bahan peledak, undang-undang Perikanan dan lingkungan karena wilayah hukum Raja Ampat adalah daerah konservasi dan pariwisata,” lanjut Kapolres.

Pada kesempatan tersebut juga, Kapolres menegaskan kembali komitmennya dalam menindak keras para pelaku ilegal fishing di perairan laut Raja Ampat. Dijelaskannya, sudah 4 kali Satpolair berurusan dengan kasus ilegal fishing khususnya pelaku bom ikan yang merusak laut Raja Ampat.

“Sudah komitmen kami sebagai daerah konservasi dan pariwisata. Saya akan cari terus dan basmi pelaku bom ikan ini!,” Tegas Kapolres Raja Ampat.

Data dan informasi yang dihimpun teropongnews.com, Tersangka yang telah diamankan ini bernama; JA (74) alias Pela. LR (22) dan AS (19). Ketiganya berasal kepulauan Obi, Halmahera selatan.

Pelaku ilegal fishing ini, bukan hanya menggunakan bom ikan, tapi juga menggunakan penyelam kompresor oleh 2 orang. Menurut keterangan tersangka, sudah 14 kali dilakukan, dan baru kali ini masuk di perairan laut Raja Ampat. Berikut barang bukti yang berhasil diamankan :
1.1 set Longboat abu-abu panjang 11 m lebar 1,5 m beserta bahan bakarnya
2.1 unit mesin tempel 15PK merk Yamaha enduro
3.1 unit mesin tempel 40PK merk Yamaha enduro
4.1 buah tangki minyak ukuran 25 liter warna merah
5.1 unit mesin kompresor merk shark
6.3 buah set selang minyak
7.2 buah selang kompresor masing-masing panjang 25m dan 30m
8.1 set regulator selam tipe mouth fish 2 buah
9.1 buah bom ikan aktif botol besar
10.8 buah sumbu bahan peledak pendek
11.8 buah sumbu bahan peledak panjang
12.3 buah botol kaca kecil
13.5 buah botol kaca sedang
14.4 buah botol kaca besar
15.3 dus bbat nyamuk bakar
16.1 botol berisi belerang korek api kayu
17. Pupuk urea merk obor sebanyak 3,5 botol plastik
18.8 gulungan benang warna putih dan kuning
19.1 set sepatu bebek / fins 2 pasang
20.2 buah masker selam
21.4 buah jaring waring
22.1 buah jaring serok
23.1 unit senter kepala
24.2 unit senter besar
25.2 batang kayu pemukul es batu
26. Dan Ikan jenis lalosi sebanyak 1.539 ekor yang telah diamankan di TPI Waisai.

Anda mungkin juga berminat