Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Politik Tanpa Mahar Pangkas Praktek Korupsi Dalam Parpol

0 45

Manokwari,TN- Maraknya Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus dugaan tindak pidana korupsi di Indonesia yang didominasi para politisi dan kepala daerah oleh aparat penegak hukum akibat dari praktek biaya politik tinggi,
Ketua DPW partai Perindo provinsi Papua Barat, Marinus Bonepay, S.Sos mengataka, konsep politik tanpa mahar yang diterapkan akan memangkas praktek dugaan tidak pidana korupsi dalam internal partai politik (Parpol).

“Banyak kader partai politik ditangkap lembaga anti rasuah atau aparat penegak hukum lainnya akibat dugaan suap, ini dia tumbuh dari kebiasaan partai politik yang meminta mahar sehingga membebankan calon kepada daerah atau caleg,” ungkap Marinus Bonepay kepada wartawan di Manokwari, Sabtu (26/1).

Konsep politik tanpa mahar ini sudah mulai diterapkan dalam internal Partai Perindo sejak perekrutan calon legislatif (Caleg) peserta pemilu 2019, dan pilkada kedepan Perindo kedepankan politik tanpa mahar, tujuanya untuk tidak membebankan mereka sehingga tidak menimbulkan pratek korupsi.

“Ada agenda politik kedepan sudah tidak kita lihat lagi Pejabat atau anggota DPR dapat tangkap karena mereka sudah dibebaskan dari mahar politik,” ujarnya.

Sekertaris DPW NasDem Papua Barat, Rocky L. Mansawan,S.E. Foto abe/TN.

Sementara itu Sekertaris DPW Partai NasDem Provinsi Papua Barat, Rocky L. Mansawan,S.E mengatakan, politilk tanpa mahar ini telah dilakukan partai besutan Surya Paloh, hasilnya memenangkan sejumlah kepala daerah berkwalitas di Indonesia.

“Hasil dari politik tanpa mahar ini dapat menghasilkan sejumlah kepala daerah yang berkwalitas, anggota legislatif yang membawa gerakan perubahan restorasi Indonesia, pada pilkada 2018 lalu NasDem nomor urut 1 mengusung pasangan kepala daerah yang menang dengan konsep politik tanpa mahar,” kata Rocky Mansawan.

Karena itu, masyarakat Papua Barat juga sudah biasa membiasakan diri untuk memilih wakil rakyat atau kepada daerah bukan karena diimingi uang, karena hal itu menjadi sarang utama dimulainya praktek korupsi.(*)

Anda mungkin juga berminat