Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Pleno Rekapitulasi Hasil Pemilu Kabupaten Maybrat Berakhir Ricuh

0 1.355

Manokwari,TN- Rapat pleno rekapitulasi perolehan suara hasil pemilu serentak 2019 Kabupaten Maybrat di tingkat Provinsi Papua Barat yang berlangsung alot berakhir ricuh.

Hari terakhir rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara dengan jenis pemilihan Presiden, DPR-RI, DPD-RI dan DPR Provinsi daerah pemilihan Papua Barat 4 di Ballroom Aston Niu Manokwari, Kamis (16/5) dipresentasikan Kabupaten Fakfak dan Maybrat.

Namun pada saat rekapitulasi perolehan suara dari Kabupaten Fakfak semua saksi tak berkeberatan, tetapi Kabupaten Maybrat sejumlah saksi parpol dari Hanura, Demokrat, Golkar dan Gerindra mengajukan keberatan atas hasil jenis surat suara DPR-PB Dapil Papua Barat 4.

Para saksi tetap bersih tegang meminta pihak penyeleggara membuka kotak suara dalam mengecek langsung dokumen C1 plano DPR Papua Barat Kabupaten Maybrat yang diduga curang dilakukan oknum-oknum tertentu.

Perdebatan berjalan cukup alot, Ketua KPU, Amus Atkana berusaha memberikan solusi dengan dasar PKPU 4 tentang selisih hasil perolehan suara, makanya data yang disiapkan para saksi harus data pembanding bukan retorika.

Namun karena para para saksi yang dipimpin Piter Kondjol itu tetap pada pendiriannya bahwa formulir C1 plano dibuka, sehingga Amus Atkana berdasarkan lembaga dan Undang-undang mengetuk palu mengesahkan hasil pemilu DPR-PB Dapil 4 Kabupaten Maybrat.

Pada saat itulah suasana dalam ruang rapat terbuka mulai tegang, para saksi mulai memprotes dengan menuju meja pimpinan rapat namun pihak keamanan sudah mengamankan komisioner KPU Papua Barat bersama Kabupaten Maybrat.

Ketua KPU Papua Barat, Amus Atkana dengan suara yang lantang mempersiapkan para pejuang demokrasi yang tidak menerima pengesahan ini silahkan menempuh jalur hukum sesuai mekanisme yang berlaku.

“Saya sudah tegaskan bahwa jika terjadi kecurangan demokrasi maka silahkan diproses hukum, saya sebagai kelembagaan dan pribadi sedikit pun membela penyelenggara saya, jika itu benar-benar terjadi kecurangan demokrasi termasuk kami KPU Provinsi,” tegas Amus Atkana.

Lebih lanjut Amus menuturkan, KPU Papua Barat dan Maybrat siap menghadapi proses hukum di peradilan jika ada yang menempuhnya sesuai mekanisme.

Pada saat ricuh saksi Demokrat yang juga masih menjabat ketua DPR Papua Barat periode 2014-2019, Piter Kondjol membanting mic dan gelas dalam ruang rapat pleno sebagai luapan kekecewaan akibat penetapan hasil pemilu yang ditetapkan ketua KPU.

“Tentunya kami kecewa dengan hasil pengesahan subuh ini karena sesungguhnya kita berharap kita sudah sampai kepada tingkat kesepakatan karena keinginan kami ingin membuka kembali C1 plano tetapi ketua KPU Papua Barat merasa keberatan kami tidak keberatannya dibagian mana” ujar Piter Kondjol kepada wartawan.

Piter menuding Ketua KPU Papua Barat, Amus Atakana pasang badan untuk melindungi ketertutupan pleno rekapitulasi hasil pemilu serentak di Kabupaten Maybrat.

Pasalnya, rekomendasi Bawaslu Maybrat untuk perhitungan ulang suara di Kabupaten setempat diduga terjadi kecurangan penggelembungan suara pada oknum dan parpol tertentu.

“Kami sangat menyesal dengan sikap dan proses demokrasi yang hari ini telah dimatikan oleh saudara ketua KPU Papua Barat, karena kami ditantang untuk perlawanan hukum maka kami akan tempuh jalur hukum terhadap penyelenggara,” jelasnya.

Rapat pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara hasil pemilu 2019 dilanjutkan, Kamis pagi dengan agenda pembacaan dan pengesahan hasil pleno tingkat Provinsi Papua Barat.

Anda mungkin juga berminat