Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Pesona Eksotik Puncak Piaynemo Raja Ampat Di Timur Indonesia

0 139

Waisai, TN- Berbicara Raja Ampat, tentunya berbicara tentang Pariwisata. Mendengar tentang pesona alamnya yang indah dari puncak gunung hingga dasar laut, pastinya bikin penasaran.

Saya teringat dengan pernyataan mantan Bupati Raja Ampat, (alm) Drs. Marcus Wanma, M.Si, ketika menyampaikan sambutannya pada acara Festival Raja Ampat pertama, pada 18 Oktober 2012 lalu, bahwa “RAJA AMPAT ADALAH SURGA KECIL YANG JATUH KE BUMI” kalimat ini sontak saja menjadi bahan ketika orang berbicara tentang pariwisata di Raja Ampat.

Pagi itu, sekitar pukul 07.00 WIT, tepatnya pada Kamis (1/8), ketika matahari mulai memancarkan cahayanya, saya bersama rombongan Capasity Building Bank Indonesia, yang terdiri dari 23 Jurnalis asal Sorong dan Manokwari Papua Barat bersama pimpinan dan staf Kantor Bank Indonesia (KBI) Perwakilan Papua Barat, bersiap-siap untuk melakukan perjalanan dari salah satu Resort di Waisai ibukota kabupaten Raja Ampat dengan tujuan ke Piaynemo, salah satu spot wisata yang terkenal dengan pesona pemandangan alam yang eksotik dari ketinggian.

Setelah mendapatkan arahan dari panitia, kami langsung menuju speedboat yang sudah standby untuk membawa kami menuju spot wisata Piaynemo yang berada tepat di Kepulauan Pam distrik Waigeo Barat Kepulauan kabupaten Raja Ampat.

Perjalanan kurang lebih memakan waktu 2 jam dari resort tempat kami menginap, melalui jalur laut menggunakan speedboat dengan mesin berkapasitas 100 sampai 150 PK.

Saat itu cuaca cukup bersahabat, namun air laut sedikit bergelombang, karena menurut masyarakat setempat, sudah hampir tiba musim angin Selatan, yang artinya akan datang cuaca buruk, angin kencang dan gelombang tinggi.

Selama dalam perjalanan, ada rasa takut dan was-was dari beberapa teman Jurnalis akibat gelombang yang cukup kencang, mungkin karena mereka belum terbiasa lakukan perjalanan laut, namun untuk sebagian Jurnalis lain beranggapan kalau gelombang seperti itu, sebenarnya belum seberapa.

Tidak lama kemudian tibalah kami di pintu masuk spot wisata Piaynemo. Tampak dari kejauhan, tepatnya di salah satu dinding bukit karang, terpampang sebuah kalimat yang bertuliskan “Geosite PIAYNEMO” menandakan bahwa kita telah tiba di tempat tujuan.

Setelah masuk diantara gugusan bukit karts pulau Piaynemo, speedboat yang kami tumpangi langsung merapat di dermaga ampung tepatnya di kaki bukit Piaynemo. Namun sebelum benar-benar masuk Pianemo, Anda perlu membayar biaya masuk di pos untuk kapal Rp500 ribu dan speedboat Rp300 ribu.

Tiba di dermaga Piaynemo, tampak para pedagang lokal dari 3 kampung yaitu kampung Fam, Saukabu dan Saupapir langsung menawarkan hasil dagangan mereka. Mulai dari kelapa muda, ikan asin serta berbagai kerajinan tangan ditawarin kepada wisatawan atau pengunjung yang datang.

Sebelum trek panjang ke puncak bukit, para wisatawan atau pengunjung wajib mengetahui peraturan yang telah tertulis di papan informasi di sisi tangga. Sebab wilayah Pianemo merupakan kawasan konservasi dan juga objek wisata karang.

Papan informasi pun juga tersedia di Puncak Pianemo dan juga balkon yang bertujuan menjaga keselamatan pengunjung selama berada di ketinggian pulau tersebut.

Disitu juga wisatawan dilarang untuk duduk sambil berselfi diatas pagar balkon dibagian puncak, termasuk larangan tidak membuang sampah sembarangan di lokasi wisata puncak Piaynemo.

Setelah beristirahat sejenak untuk menghilangkan rasa pekat selama perjalanan laut, kami pun langsung mulai bergegas meninggalkan titik masuk menuju puncak pulau Piaynemo.

Sebanyak 338 anak tangga kami lalui hingga mencapai puncak, meskipun ngos-ngosan, capek dan lelah. Namun semuanya terbayar lunas, saat melihat hamparan gugusan bukit karang yang dikelingi birunya laut dari ketinggiang kurang lebih 150 meter di atas permukaan laut.

Ketika tiba di puncak nan indah dan mempesona itu, segala jurus mulai dilakukan oleh para Kuli Tinta itu. Ada yang mengabadikan momen tersebut dengan cara berselfi menggunakan smartphon, dan camera digital serta handycam. Pokoknya bermaca-macamlah, intinya untuk menjadi bukti kalau tidak mudah untuk sampai ditempat eksotik tersebut, karena pasti akan menghabiskan biaya yang cukup besar.

Spot wisata Piaynemo masih diminati dan merupakan impian wisatawan domestic dan mancanegara, selain sejumlah spot favorit yang tak kalah indahnya seperti Arborek, Yenbuba, Sauwandarek dan masih banyak lagi.

Wilayah Kabupaten Raja Ampat 80% adalah laut dan 20% adalah daratan. Raja Ampat terdiri dari 610 pulau, dimana 35 pulau berpenghuni dan sisanya tidak berpenghuni.

Melihat potensi wisata pulau Piaynemo yang tak habis-habisnya dikunjungi oleh wisatawan asing maupun domestik, membuat bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati (AFU) minta agar lokasi wisata pulau Piaynemo harus dijaga dan dilestarikan dengan baik.

“Pulau Piaynemo itu, samapai saat ini tidak pernah sepi oleh pengunjung, baikn tu wisatawan asingng, maupun wisatawan domestik. Oleh sebab itu, lokasi wisata itu harus dijaga dan dilestarikan dengan baik, hal itu juga pastinya akan bermanfaat bagi masyarakat yang ada di sekitar Piaynemo, yaitu masyarakat kampung Fam, Saukabu dan Supapir,” ujar bupati AFU.

Menurut bupati Abdul Faris Umlati,
Saking indahnya, Piaynemo pun pernah disambangi oleh Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tetapi juga oleh Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi).

“Karna keindahannya, Pulau Piaynemo inikan, pernah didatangi oleh mantan presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat pelaksanaan Sail Raja Ampat 2014 lalu dan Presiden Jokowi, saat kunjungi Raja Ampat beberapa tahun lalu,” ungkap Faris Umlati.

Dengan adanya kunjungan kedua Presiden Republik Indonesia, SBY dan Jokowi dalam waktu yang berbeda ke Raja Ampat, sehingga membuat Raja Ampat semakin terkenal di dalam dan luar negeri.

Dari puncak Piaynemo tampak pemandangan dengan gugusan pulau karang nan indah yang bertebaran di atas laut biru menjadi mempesona dan eksotik. Namun untuk dapat menikmati tempat indah tersebut dengan maksimal, wisatawan atau pengunjung harus tahu waktu yang tepat karena akan berhadapan dengan cuaca buruk, musim angin dan gelombang.

Anda mungkin juga berminat