Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Pernyataan Wiranto Bisa Berdampak Pada Kunjungan Wisatawan di Raja Ampat

0 249

Waisai, TN- Pernyataan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Selasa (3/9) lalu, terkait pembatasan warga negara asing datang ke wilayah Papua dan Papua Barat untuk sementara waktu, dipastikan berdampak terhadap pariwisata di Raja Ampat.

Pernyataan Menko Polhukam itu, menyusul aksi demonstrasi dan kerusuhan di berbagai wilayah di Papua dan Papua Barat.

Menurut Wiranto kebijakan pembatasan warga negara asing ke Papua untuk sementara waktu itu diambil guna menjaga keselamatan mereka.

Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Papua Iwanta Perangin-Angin, seperti yang dilansir dari Bisnis.com, mengatakan kondisi itu membuat wisatawan memilih untuk menunda perjalanannya ke kedua provinsi di ujung timur Tanah Air itu untuk sementara.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat agen perjalanan wisata di Papua dan Papua Barat semakin terpukul. Pasalnya, mereka juga harus menanggung kerugian akibat terhentinya aktivitas pariwisata.

Namun dikatakan, hal itu mungkin sedikit berbeda dengan Papua Barat, dimana seimbang persentasenya antara wisatawan mancanegara dan domestik karena kepopuleran destinasi wisata Raja Ampat.

Ia pun meyakini bahwa dampak dari kericuhan yang terjadi di sejumlah kota di Papua dan Papua Barat tidak akan berlangsung lama. Pasalnya, pemerintah telah mengambil langkah yang tepat untuk membuat situasi kembali kondusif.

Terkait dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Menko Polhukam Wiranto itu, bisa saja berdampak terhadap kunjungan wisatawan asing ke Raja Ampat.

Apalagi pada 18 Oktober 2019 mendatang, pemerintah Raja Ampat akan menggelar event tahunan festival Raja Ampat 2019. Dimana akan hadir tamu-tamu dari luar negeri guna menikmati keindahan alam Raja Ampat.

Dengan adanya pernyataan dari Wiranto terkait pembatasan WNA ke Papua dan Papua Barat itu, akan menjadi ancaman bagi kunjungan wisatawan asing ke Raja Ampat guna menghadiri festival Raja Ampat 2019, Oktober mendatang.

Terkait hal tersebut, diharapkan situasi dan kondisi keamanan di Papua dan Papua Barat segera kembali normal, sehingga arus pariwisata di kedua provinsi tersebut dapat berjalan lancar seperti biasanya, termasuk di Raja Ampat.

Anda mungkin juga berminat