Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Penyaluran Bansos Di Merauke Diminta Untuk Berlakukan Dua Sistem

0 59

Merauke, TN – Dalam waktu dekat, Dinas Sosial bersama Anggota DPRD Kabupaten Merauke akan melakukan pertemuan dengan Kementrian Sosial RI.

Kementrian Sosial diminta untuk memberlakukan dua sistem penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat di Kabupaten Merauke, yakni sistem bantuan secara langsung dan bantuan penerima non tunai (BPNT) melalui E-Warong (Elektronik Warung Gotong Royong).

Sejauh ini, Kelompok Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan langsung berupa beras rakyat sejahtera (Rastra) sebanyak 10Kg. Ketika dialihkan ke E-Warong, nilainya menjadi 150 ribu rupiah dengan komponen yang tersedia di E-Warong berupa beras, telur dan susu.

“Nilai tersebut di atas, sangat tidak relefan jika perhitungkan denga biaya yang harus dikeluarkan warga menuju ke titik pengambilan atau pusat E-Warong,” jelas Kepala Dinas Sosial Merauke, Yohanis Samkakai, Selasa (11/02).

Lanjut dia, atas pertimbangan itu, menurut hematnya penerapan E-Warong hanya boleh diberlakukan di Distrik Merauke dan beberapa distrik lain yang masih dianggap pantas. Sedangkan distrik terjatuh tetap berlakukan bantuan langsung.

Sebelumnya, Komisi B DPRD Kabupaten Merauke sudah melakukan rapat dengar pendapat tentang pengalihan mekanisme penyaluran bantuan Rastra menjadi sembako dengan memakai E-Warong.

Setelah Dinas Sosial memaparkan mekanismenya, Anggota Dewan Merauke menolak diberlakunya E-Warong di daerah pedalaman atau distrik terjauh.

“Kita sepakat, dalam waktu dekat kita akan bertemu dengan Kemensos untuk menyampaikan persoalan ini. Kita minta Merauke diberlakukan dua sistem.”

Anda mungkin juga berminat