Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Penebangan Mangrove Ilegal di Raja Ampat, Bukti Kurangnya Pengawasan Instansi Terkait

0 92

Waisai, TN- Pelaku usaha lokal Pariwisata Raja Ampat yang tergabung dalam ‘Perkumpulan Kawan Pesisir’ menemukan aktifitas penebangan mangrove secara ilegal dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di kawasan Yenatar distrik Meosmansar kabupaten Raja Ampat.

Menurut salah seorang Pelaku Sosial dibidang pariwisata, Steven Wawiyai, kepada media di halaman kantor bupati Raja Ampat, Rabu (13/3) mengatakan, kedua temuan tersebut, berada di kawasan Hutan Lindung pulau Gam Raja Ampat.

“Pada tanggal 7 Februari 2019 lalu, ketika kami sampai di titik Yenatar, disitu kami mendapati aktifitas penebangan mangrove secara ilegal dan juga kami temukan tempat pembuangan akhir sampah, tepat di kawasan hutan mangrove yang tepat berada di kawasan hutan lindung pulau Gam,” ujar Steven Wawiyai.

Diduga kayu mangrove yang ditebang oleh warga itu, akan dijual kepada pengusaha resort yang ada di Raja Ampat. Sedangkan TPA yang ditemukan di dalam kawasan hutan lindung itu, juga diduga berasal dari resort yang ada di sekitar tempat itu.

“Saat kami berada di sana, kami bertemu dengan masyarakat dari kampung Yenapnor. Kami langsung menanyakan dan mereka katakan bahwa kayu yang mereka ambil, mereka jual ke resort yang ada di distrik Meomanswar termasuk di kampung Yenapnor,” jelasnya.

Dikatakan, pihaknya sedang menghitung luas dan mengolah data kerusakan hutan manggrof melalui citra lanscape.

“Perhitungan itu sudah kami lakukan sejak tahun 2010 dan 2015, dan terakhir di tahun 2018. Ketika kita melihat hal tersebut, ternyata kawasan mangrove yang ada di Yenatar dan beberapa lokasi di tempat itu, ternyata sudah mengalami perubahan, kawasannyang semulanya padat, sekarang sudah jarang,” ungkap Wawiyai.

Pengakuan penggiat Pariwisata, yang merupakan putera asli kabupaten Raja Ampat ini. Ternyata tingkat pengawasan dari Pemkab Raja Ampat, dalam hal ini dinas Lingkungan Hidup, belum maksimal.

Kawasan mangrove adalah kawasan yang dilindungi, karena sangat berguna untuk pembangunan berkelanjutan, dalam menunjang potensi wisata di kabupaten Raja Ampat.

Butuh kerja ekstara untuk memantau dan mengawasi kawasan cagar alam, salah satunya kawasan hutan mangrove yang ada di kawasan pesisi Raja Ampat.

Anda mungkin juga berminat