Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Pendaftaran CPNS Maybrat Nyaris Ricuh

0 323

Aimas, TN – Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Maybrat bekerjasama dengan Unit Pelaksana Badan Kepegawaian Negara (UPT BKN) yang berkantor di Km 24 Kabupaten Sorong nyaris ricuh antara para pencaker dan panitia pelaksana.

Adu mulut antar peserta dan panitia pelaksana tidak dapat dihindari, di Kantor UPT BKN, Kamis (14/03).

Diduga kejadian berawal dari proses administrasi yang dirasakan para pencaker tidak terbuka dan transparan bahkan diduga adanya keberpihakan pada sebagian pencaker, menjadi pemicu ketegangangan antar sesama pencaker yang sama sama melakukan pendaftaran.

Aksi adu mulutpun tidak dapat dihindari, polisi yang berjaga termasuk 20 aparat personil keamanan dari Polres Sorong yang dipimpin AKP Emmy Fenitiruma, S.Sos berupaya melerai aksi ini agar para pencaker yang terbakar emosi tidak melakukan tindakan anarkis.

Setelah berselang kurang lebih satu jam akhirnya para pencaker dapat ditenangkan setelah Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Maybrat Drs.Yakob M Kareth, M.Si menghentikan proses pendaftaran yang sedang berlangsung dan menjelaskan dihadapan para pencaker bahwa proses yang sedang berlangsung sudah sesuai, dengan aturan dan tata cara yang ditetapkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

“Semoga yang tadi bateriak–bateriak dan marah marah itu ada di Maybrat, karena seluruh titik yang ada di maybrat kita tempel semua pengumuman pakai baliho baliho besar. Di kantor di ayawasi, dipersimpangan jalan sesmuk, di aitinyo, difategomi, di kambuaya dan ayamaru kita sudah sampaikan ini jauh jauh hari. Kita bersyukur kita di Maybrat bisa melakukan penerimaan ini, karena itu kita bisa mengikuti ini dengan baik, baru hari ini terjadi keributan kemarin sampai malam berlangsung aman dan terkendali. Mungkin ada iblis yang mendorong hingga hari ini agak sedikit tegang,” ujar Kepala BKD Kabupaten Maybrat Drs.Yakob M Kareth, M.Si.

Penyampaian inipun dimaklumi para pencaker yang hadir, sambil membacakan 8 point tuntutan diantaranya pencaker yang dibatasi usia 35 tahun keatas pendaftarannya harus diterima dan melalui loket tersendiri.

Dalam kesempatan itu, juga para pencaker asli Maybrat dengan tegas menolak pencaker non papua dengan presentase 80% Papua dan 20 % Non Papua.

Yang maba mereka dengan tegas meminta hanya 5 % alokasi untuk Non Papua dan 95 % untuk pencaker asli Maybrat.

Pantauan media ini, usai membacakan tuntutan, perwakilan para pencaker menyerahkan isi tuntutan tersebut kepada salah satu anggota DPRD Kabupaten Maybrat Lewi Saa.

Anda mungkin juga berminat