Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Penanaman Mangrove Serentak, 11.600 Pohon Ditanam Di Sorong

1 488

Sorong, TN – Komando Armada III dan jajaran menyelenggarakan penanaman mangrove di Kelurahan Klawalu, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, sebagai bagian dari penanaman mangrove secara serentak di seluruh Indonesia, Senin (7/10).

Penanaman pohon mangrove bertemakan “ Selamatkan Bumi Untuk Anak Cucu Kita” dipusatkan di wilayah Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta Utara serta di laksanakan secara serentak di 74 satuan TNI AL dari Sabang sampai Merauke.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI melaksanakan video conference dengan para Pangkotama TNI, antara lain Pangkoarmada III yang langsung dari Kawasan penanaman mangrove Kelurahan Klawalu.

Pangkoarmada III dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan penanaman pohon mangrove, oleh prajurit TNI yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, selain dalam rangka memperingati HUT ke-74 TNI, juga bertujuan untuk memecahkan rekor MURI dengan menanam pohon mangrove yang berjumlah 300.074 pohon yang disebar di 74 titik di seluruh Indonesia.

“Untuk wilayah kerja Koarmada III, menggunakan lahan seluas 24,5 hektar, dilaksanakan penanaman pohon mangrove dengan jumlah 64.000 pohon, khusus di Klawalu 11.600 pohon. Tentunya momentum yang baik ini, dapat kita jadikan sebagai langkah untuk memulihkan dan melindungi kelestarian ekosistem sebagai upaya pemulihan konservasi di wilayah Papua Barat dan sekitarnya,”jelas Pangkoarmada III.

“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat, untuk turut serta memelihara dan menjaga pohon mangrove yang kita tanam pada hari ini, agar dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik, sehingga ke depan diharapkan ekosistem dan biota laut dapat memberikan andil dalam meningkatkan kondisi ketahanan nasional pada tingkat yang semakin handal,” ujarnya.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki hutan mangrove terbesar di dunia, sekitar 3 juta hektare hutan mangrove di sepanjang 95.000 km pesisir Indonesia atau 23% dari keseluruhan ekosistem mangrove dunia.

Menurut Pangkoarmada III bahwa keberadaan hutan mangrove memiliki peran yang penting dan manfaat yang besar bagi lingkungan sekitar khususnya bagi penduduk pesisir.

Dari aspek biologis, hutan mangrove berfungsi sebagai stabilisator produktivitas sumber daya hayati wilayah pesisir yang akan berpengaruh terhadap perekonomian wilayah pesisir. Selain itu, keberadaan hutan mangrove memiliki keistimewaan dalam berbagai hal, baik dari aspek fisik, ekologi, dan ekonomi. dari aspek fisik, mangrove mampu menahan ombak, mencegah abrasi bahkan mampu meminimalisir kerusakan yang diakibatkan oleh tsunami.

Sedangkan dari aspek ekologi, mangrove mampu berfungsi sebagai filter polusi air dan udara karena dapat tumbuh pada kondisi tanah berlumpur/limbah dan mampu menyerap polutan/asap dari udara, di samping itu mangrove juga sebagai habitat tempat hidup dan berkembang biaknya berbagai jenis ikan dan biota laut.

Disamping itu, dari sisi ekonomi, mangrove mampu menghasilkan kayu untuk bahan bangunan dan arang serta menghasilkan buah/biji yang dapat dibuat berbagai makanan atau minuman, sedangkan pada bagian kulit batang maupun daun sangat baik untuk bahan baku pewarna batik. Selain itu keberadaan hutan mangrove juga memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi obyek wisata alam.

“Perlu kita ketahui bersama bahwa populasi keberadaan hutan mangrove di beberapa daerah saat ini kondisinya cukup memprihatinkan, mengingat pesatnya jumlah pertumbuhan penduduk yang mengakibatkan wilayah kawasan mangrove di beberapa daerah telah direklamasi menjadi daratan untuk dijadikan tempat hunian ataupun industri,”imbuhnya.

Anda mungkin juga berminat