Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Pemkot Gelar Diskusi Kelompok Terpumpun Menuju Ternate Titik Nol Jalur Rempah

0 62

Ternate, TN – Pemerintah Kota Ternate menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terpumpun Jalur Rempah dalam rangka pengusulan Kota Ternate sebagai titik nol Jalur rempah (warisan budaya dunia), yang berlangsung di Restoran Grand Fatmah Ternate, Minggu (10/11).

Dalam diskusi ini Pemkot Ternate menghadirkan Direktur Diplomasi Warisan Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Najamuddin Ramli, dan beberapa tim ahli pengusulan serta para narasumber diskusi diantaranya, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud, Gufran Ali Ibrahim, Sejarawan Unkhair, Irfan Ahmad, Tim subtansi jalur rempah Idham Bachtiar Setiadi, Akademisi Universitas Muhammadiah Malut Aji Deni, dan Sejarawan IAIN Ternate Usman Nomay.

Walikota Ternate, H. Burhan Abdurahman dalam sambutanya mengatakan, kegiatan diskusi ini merupakan acara yang sangat strategis bagi perkembangan Kota Ternate ke depan, karena sangat terkait dengan visi menjadikan Ternate sebagai Kota Budaya.

“Diskusi ini akan mengungkap bagaimana kota ini ratusan tahun lalu sudah bisa melakukan hubungan-hubungan dengan negara-negara Eropa, dan banyak hal mengenai budaya yang selama ini belum sempat diungkapkan seperti dorobololo, pesan-pesan moral yang menjadi acuan masyarakat,” tutur Walikota.

Walikota berharap, Direktur Diplomasi Warisan Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Najamuddin Ramli yang hadir, bisa memberikan dukungan yang maksimal untuk pengusulan Kota Ternate sebagai titik nol jalur rempah menjadi warisan budaya dunia.

Sementara itu Direktur Diplomasi Warisan Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Najamuddin Ramli dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ternate, yang telah bersungguh-sungguh merintis upaya untuk menjadikan Ternate sebagai titik nol jalur rempah sebagai warisan budaya dunia.

“Hal penting yang dilakukan walikota mengakhiri masa khidmatnya di Ternate ini ada dua, yaitu merintis Benteng Oranje sebagai cagar budaya Nasional dan juga mendapatkan data sementara dari UNESCO PBB untuk jalur rempah, dimulai dari titik nol di Kota Ternate,” kata Najamuddin.

Menurut dia, untuk mendapatkan warisan dunia jalan yang ditempuh sangat berliku, minimal harus memenuhi tiga syarat sebagaimana hasil Konvensi Perlindungan Warisan Budaya Dunia tahun 1972 yaitu keasliannya, terintegrasi dan memiliki nilai-nilai keluarbiasaan atau keunikan.

Lebih lanjut Najamuddin mengatakan, hasil dari diskusi ini akan menjadi bahan atau dokumen yang akan disampaikan ke komite warisan dunia atau World Heritage Committee (WHC) Unesco dan nantinya akan ada lembaga penilai yang datang ke Ternate untuk melihat bagaimana interkoneksi jalur rempah dari lautan nusantara sampai ke Spanyol dan Portugis.

Najamuddin juga memberi apresiasi atas berdirinya Dinas Kebudayaan sebagai dinas tersendiri, menunjukkan komitmen Daerah untuk sungguh-sungguh mengembangkan Ternate sebagai Kota Budaya.

“Negara Indonesia adalah negara superpower budaya. 2017 di depan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kala itu, Dirjen Unesco mengatakan, Indonesia adalah negara superpower budaya. Boleh jadi di bidang militer tidak superpower, ekonomi belum superpower, informatika telekomuniksi belum superpower, tapi di bidang kebudayaan kita adalah negara adidaya. 34 provinsi dengan 514 kabupaten/kota, 79.094 kecamatan, 28.505 desa, 17.540 pulau, 718 bahasa daerah, 1340 etnik, dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, penduduknya mendekati 300juta. Masih banyak budaya yang belum terungkap. Oleh karenanya APBD 2020 harus ditambah sampai jalur rempah nanti bisa kita dapatkan. Memang tidak penting dan tidak prioritas tapi penting buat sejarah anak cucu kita,” tandas Najamuddin.

Anda mungkin juga berminat