Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Pemkab Raja Ampat Himbau Mahasiswanya Tetap Belajar dan Tidak Ikut-Ikutan Pulang Ke Daerah

0 73

Waisai, TN- Pemerintah kabupaten (Pemkab) Raja Ampat, provinsi Papua Barat himbau seluruh mahasiswa asal kabupaten Raja Ampat yang sedang menuntut ilmu di pulau Sumatera, Jawa, Bali dan Sulawesi agar tidak terprovokasi dengan isu eksodus mahasiswa Papua dan Papua Barat beberapa waktu lalu.

Hal ini dilakukan setelah pemkab Raja Ampat mencermati perkembangan situasi kondisi yang terjadi sehubungan dengan kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua dan Papua Barat di Malang dan Surabaya Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Dan kemudian memicu terjadinya gelombang demonstrasi yang diikuti tindakan anarkis di Papua dan Papua Barat serta memperhatikan usaha pemerintah terhadap penyelesaian peristiwa tersebut.

Maka Pemkab Raja Ampat menghimbau kepada seluruh mahasiswa asal Raja Ampat untuk tidak terprovokasi terhadap isu eksodus mahasiswa dari seluruh Sumatera, Jawa, Bali dan Sulawesi dengan tetap melanjutkan perkuliahan di tempat semula, sebagaimana biasanya sampai selesai.

Tidak ada sistem pendidikan yang menjamin bahwa seluruh mahasiswa yang pulang ke Papua Barat dapat ditampung dan langsung mendapat tempat perkuliahan di Perguruan Tinggi di Papua Barat, akibatnya akan mengganggu perkuliahannya sendiri.

Pemkab Raja Ampat tidak dapat memberikan anggaran bagi mahasiswa yang pulang ke Papua Barat maupun yang kembali ke tempat semula sehubungan dengan persoalan dimaksud.

Pemerintah menjamin keamanan dan kenyamanan mahasiswa di tempat perkuliahan masing-masing dan apabila ada al-hal yang mengintimidasi mahasiswa dalam proses perkuliahan selanjutnya, maupun aktifitas lain sebagaimana biasanya, agar segera melaporkannya kepada pemerintah atau pihak berwajib.

Himbauan tersebut dibuat secara tertulis oleh bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE, yang disampaikan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Dr. Yusuf Salim, M.Si.

Menurur Yusuf Salim, bahwa Pemda Raja Ampat sudah melakukan upaya komunikasi dan koordinasi kepada semua elemen dan stakeholder terkait di seluruh Indonesia.

Dengan harapan ke depan tidak ada lagi rasis dan mahasiswa Papua khususnya asal Raja Ampat dapat menyelesaikan studinya dan mendapatkan keadilan, rasa nyaman dan aman.

“Saya pesan kepada Mahasiswa agar Konsentrasi untuk belajar, tidak terhasut oleh isu-isu yang berkembang khususnya eksodus atau kepulangan,” ujar Yusuf Salim.

Surat yang ditandatangani Bupati AFU itu kini sedang dalam proses pengiriman dan diharapkan para Mahasiswa tetap focus belajar dan menimba Ilmu.

Anda mungkin juga berminat