Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Pemkab Raja Ampat Berharap Menangkan 3 Nominasi ISTA 2019

0 232

Sorong, TN- Setelah berkunjung ke Saporkren Forest Park atau Kelompok Tani Hutan kampung Saporkren dalam rangkaian penilaian Nomine dan Visitasi lapangan Indonesia Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2019, pada Jumat (1/8) lalu, oleh tim ISTA 2019.

Kembali hal serupa juga dilakukan terhadap 2 nominasi yang belum sempat dinilai masing-masing Kelompok Geowisata Piaynemo dan Budaya Sasi Masyarakat Adat Kepulauan Kofiau (Kearifan lokal dalam Konservasi dan Pariwisata) bertempat di Swiss belHotel, Sabtu (3/8).

Alasan penilaian dilakukan di kota Sorong, karena faktor cuaca gelombang laut dan angin kencang beberapa hari terakhir, sehingga rencana untuk melakukan penilaian di kedua destinasi yang masuk nominasi ISTA 2019 itu dibatalkan.

Foto bersama tim penilaian Visitasi ISTA. Foto Wim/TN.

Meski cuaca buruk kata Kepala Dianas Pariwisata Raja Ampat, Jusdi Lamatenggo, kepada teropongnews.com, tidak berarti harus membatalkan proses penilaian terhadap 3 destunasi yang masuk dalam nominasi ISTA 2019 itu.

“Sebelumnya satu destinasi yang masuk nominasi sudah dilakukan penilaian langsung di Saporkren Forest Park di kampung Sapokren. Kalau itu aksesnya melalui darat. Tapi untuk kedua nominasi lainnya di Piaynemo dan Kofiau tim tidak bisa ke sana karena cuaca buruk gelombang tinggi, kami pikir keslamatan tim juga. Namun tidak berarti tidak ada penilaian, penilaian tetap jalan melalui dikumentasi,” ujar Yusdi Lamatenggo.

Untuk diketahui bahwa di tahun 2019 ini, ada 3 destinasi wisata Raja Ampat kembali berkesempatan masuk nominasi Indonesia Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2019, diantaranya Kampung Pariwisata Saporkren Forest Park, Kelompok Geowisata Piaynemo dan Budaya Sasi Masyarakat Adat Kepulauan Kofiau (Kearifan lokal dalam Konservasi dan Pariwisata).

Ketiga destinasi inilah yang mewakili kabupaten Raja Ampat untuk meraih penghargaan untuk pariwisata beekelanjutan dan kali ini untuk tahun ketiga Raja Ampat masuk nominasi ISTA.

“Untuk masuk nominasi ISTA, ada empat aspek yang menjadi faktor penilaian, diantaranya aspek pengelolan lingkungan, aspek pemberdayaan ekonomi tata kelola dan aspek sosial,” ungkap Jusdi.

Dikatakan untuk tahun 2018 kabupaten Raja Ampat melalui Papua Explorer Risort, meraih penghargaan ISTA di aspek Tata Kelola. Sementara pada 2017 Kampung Arborek meraih penghargaan ISTA melalui aspek Pemberdagaan Ekonom Masyarakat.

Jusdi berharap 3 destinasi wisata Raja Ampat yang masuk nominasi ISTA 2019 bisa terpilih kembali sebagai pemenang dalam konteks pariwisata berkelanjutan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Anda mungkin juga berminat