Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Pemilu Harus Dievaluasi Total, Pilkada dan Pilpres Kembali Dipilih DPR

0 732

Manokwari,TN- Pesta demokrasi serentak tanggal 17 April 2019 lalu dinilai berjalan tak maksimal dan menyisahkan sejumlah persoalan yang merugikan semua pihak, baik penyelenggara pemilu dan juga masyarakat.

Ketua DPW Partai Perindo Papua Barat, Marinus Bonepay kepada wartawan di Manokwari, Sabtu (3/5) mengatakan, pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan eksekutif (Pilkada serta Pilpres) harus dipisahkan karena jika bersama seperti yang terjadi saat ini maka akan merugikan partai politik.

Bukan saja Parpol tetapi Calon juga menjadi korban dimana para pemilih lebih konsentari memilih Presiden ketimbangan wakil rakyatnya akibatnya tahapan yang cukup panjang dan melelahkan itu.

Alasan Ketua Perindo Papua Barat mengusulkan agar Pileg dipisahkan dari Pilkada dan Pilpres karena dinamika kepetingan politiknya berbeda, hal ini dilakukan supaya partai politik serta para caleg tidak dikorbankan.

Marinus menilai bahwa pesta demokrasi 2019 ini juga cukup menguras uang negara, sehingga untuk mengurangi biaya politik maka pemilihan kepada daerah dan Presiden dipilih melalui wakil rakyat.

“Untuk mengurangi biaya politik maka pemilihan legislatif tetap dipilih rakyat tetapi pemilihan Presiden, Gubernur, Bupati dan Wali Kota dipilih wakil rakyat di DPR saja, karena saya menilai pemilus serentak kali ini sangat menguras anggaran Negara cukup banyak,” ujarnya.

Dia menuturkan, jika pemilihan eksekutif masih dipilih rakyat maka calon kepala daerah masih terus berhutang biaya politik kepada pihak ketiga, sehingga ini menjadi catatan khusus bagi pihak KPU.

Anda mungkin juga berminat