Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Pemekaran di Papua Datang dari Aspirasi Masyarakat

0 174

Jakarta, TN – Pemekaran di sejumlah wilayah di Papua, adalah murni aspirasi dari masyarakat yang disampaikan kepada pemerintah. Hal ini ditegaskan Presiden Joko Widodo kepada wartawan di Istana Merdeka, Jumat (1/11/2019).

“Lho itu kan aspirasi dari bawah yang saya temui waktu dialog. Keinginan-keinginan mereka. Keinginan beliau-beliau tokoh-tokoh yang ada di pegunungan tengah,” kata Jokowi.

Dikutip dari Kompas.com, aspirasi itu menurut Presiden, disampaikan masyarakat saat dirinya melakukan kunjungan ke Papua. Hal ini disampaikan Jokowi menanggapi Majelis Rakyat Papua (MRP) yang menolak pemekaran. Jokowi menegaskan bahwa rencana pemerintah memekarkan wilayah Papua juga masih dalam kajian. Ini sesuai janjinya saat bertemu masyarakat.

“Jawaban saya saat itu adalah akan saya tindaklanjuti dengan kajian-kajian, dengan kalkukasi yang matang,” ucap Jokowi.

Jokowi pun menegaskan bahwa kebijakan pemerintah melakukan moratorium pemekaran masih berlaku bagi seluruh daerah, termasuk Papua. Kebijakan moratorium itu tak akan berubah sampai kajian terkait pemekaran wilayah Papua selesai dan keputusan diambil. Selama keputusan belum dibuat, Jokowi mengaku selalu terbuka dengan semua pendapat.

“Dalam sebuah negara besar apalagi dalam forum besar seperti di Papua, ya dalam negara demokrasi ini perbedaan-perbedaan kan biasa. Tapi yang paling penting, apa yang baik buat negara akan saya putuskan,” kata dia.

Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Tito Karnavian sebelumnya menyebutkan ada dua aspirasi yang masuk untuk pemekaran wilayah Papua, yakni di kawasan Papua Selatan dan Papua Pegunungan.

Namun dari kedua kawasan itu, yang sudah siap menjadikan provinsi baru adalah Papua Selatan. Hal tersebut merupakan hasil kunjungan yang dilakukan Tito bersama Presiden Jokowi belum lama ini ke Papua.

“Pemerintah pusat kemungkinan mengakomodir hanya penambahan 2 provinsi. Ini yang sedang kami jajaki. Yang jelas, Papua Selatan sudah oke,” kata Tito.

Beberapa wilayah di Papua Selatan yang akan masuk ke provinsi baru tersebut antara lain Kabupaten Mappi, Boven Digoel, Asmat, dan Merauke. **

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Presiden Jokowi: Bukan Saya yang Perintahkan Pemekaran

Anda mungkin juga berminat