Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Pemda Merauke Bersama Bulog Pusat Bahas Maching Plan Peningkatan Produksi dan Kualitas Beras

0 69

Merauke, TN – Untuk mensuport pertanian padi di Kabupaten Merauke, Bupati Merauke, Frederikus Gebze mengundang Bulog Pusat membicarakan peningkatan produksi dan kualitas beras petani Merauke.

Ini dilakukan untuk lebih menjamin dan memastikan beras Merauke sehingga dapat dipasarkan ke seluruh wilayah Indonesia dan juga ekspor ke luar negeri.

“Hari ini kita duduk bersama intstansi terkait untuk membahas kesiapan maching plan modern supaya kalau pasar kita dapat, tidak terbengkalai sumbernya,” jelas, Jhoni Hermanto sebagai utusan Bulog Pusat usai pertemuan dengan Pemda Merauke di Lantai Tiga Kantor Bupati, Kamis (13/02).

Maching plan yang dimaksudkan mulai dari luas lahan tanam, bibit yang disiapkan, pupuk, alat pemotong, pengering, penggilingan serta gudang penampungan harus memadai.

“Dengan demikian, ketika besar permintaan pasar, produksi dan stok beras harus tetap tetsedia agar lumbung beras dan ekspor keluar tetap terjamin,” tambahnya.

Selain itu, disampaikan harga jual dari petani harus dinaikan, supaya tidak ada keluhan dan petani selalu punya semangat kerja. Diharapkan, antara produksi, kualitas dan harga harus seimbang dan tetap dijaga.

Lanjut Jhoni, di tahun 2020 ini, akan dibangun gudang Bulog dengan kapasitas di atas 10 ribu ton di Merauke.

“Tahun ini kalau Pemda dan Dinas Pertanian sudah oke, secepatnya kita mulai. Gudang yang dibangun di atas 10 ribu ton,” sebutnya.

“Guna meningkatkan hasil produksi tersebut, telah ada temuan baru pupuk organik dari batu bara yang nantinya akan digunakan di lahan petani Merauke,”tambah Ketua Umum Forum Komunikasi Doa Bangsa sekaligus Pembina Yayasan Pembina Pendidikan Doa Bangsa Pusat, H. A Zaki.

Zaki mengatakan, pihaknya digandeng Bulog Pusat berdasarkan permintaan dari Bulog Merauke untuk meningkatkan hasil dan kualitas beras di Merauke agar sesuatu dengan ketentuan Bulog. Ini sebagai solusi paten karena pupuk organik berbahan dasar batu bara ini nantinya dikembangkan di Merauke karena sudah mempunyai ijin edar di Indonesia.

“Batu bara ini sumbernya dari alam dengan bahan dasar dari tanaman yang sudah ribuan tahun dalam posisi negatif yang kita aktifkan menggunakan katalis yang kita punya,” jelasnya.

Lanjut Zaki, penggunaan pupuk ini tidak akan merubah pola tanam, polanya tetap disesuaikan dengan yang biasa dilakukan petani. Dengan menggunakan pupuk organik ini, peningkatan produksi padi bisa mencapai 20-50 persen. Atau dari enam ton sampai ke delapan ton.

Anda mungkin juga berminat