Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Pelindo IV Dituding Sebagai Penyebab Mahalnya Harga Kebutuhan Pokok Di Ambon

0 618

Ambon, TN – Pihak PT. Pelindo IV Cabang Ambon dituding, sebagai penyebab mahalnya harga beberapa bahan pokok seperti telur dan bawang pada sejumlah pasar tradisonal di Kota Ambon. Pasalnya, barang-barang yang berhubungan dengan kebutuhan pokok masyarakat saat bulan suci Ramadan ini, saat tiba di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon tidak langsung di bongkar dan didistribusikan ke pasar-pasar, namun malah disimpan di tempat penumpukan hingga berhari-hari.

“Bayangkan saja, kalau barang-barang kebutuhan pokok itu ditumpuk, tentu akan membusuk, karena memang barang-barang seperi telur dan bawang mudah busuk, jika disimpan berhari-hari. Belum lagi ditambah dengan kami harus membayar. Jika ditumpuk 1 hari itu, pengusaha harus membayar Rp40 ribu ke pihak Pelindo. Nah, jika ditumpuk berminggu-minggu atau berbulan-bulan, bisa kaya dong mereka (Pelindo IV),” beber sejumlah pekerja di bagian peti kemas (kontainer) Pelabuhan Yos Sudarso Ambon yang enggan namanya dipublikasikan, kepada Teropongnews.com, di Ambon, Sabtu (18/5).

Seharusnya, kata mereka, sebelum membuat kebijakan, pihak Pelindo IV harus berkoordinasi dan membuat kesepakatan dengan pihak pelayaran dan ekspedisi. Tetapi hal itu tidak pernah dilakukan. “Setiap ada pergantian kepemimpinan di PT. Pelindo IV Cabang Ambon, pasti kebijakannya akan berubah, sesuka hati pimpinan yang baru,” kata mereka kesal.

Mereka mengungkapkan, bahwa Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku pernah meminta kepada pihak PT. Pelindo IV Cabang Ambon, agar proses pendistribusian barang-barang kebutuhan pokok masyarakat harus segera dilakukan, jika barang-barang tersebut sudah tiba. Hal ini dilakukan, agar harga bahan kebutuhan pokok tidak merangkak naik dan tetap terkendali. Namun sayangnya, permintaan itu tidak dilakukan. Pelindo malah terus menumpuk barang-barang kebutuhan pokok itu.

Mereka menyatakan, jika harga barang di pasaran mahal, itu bukan kesalahan pedagang, melainkan pihak Pelindo. “Silahkan saja masyarakat ajukan protes kepada mereka (Pelindo), karena mereka itu aktor intelektual dan penyebab harga barang kebutuhan pokok mahal di pasaran,” tandas mereka.

Anda mungkin juga berminat