Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Pedagang Di Morotai Terancam Dipidana

0 106

Morotai, TN – Sejumlah pedagang di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara diduga menolak uang koin sebagai alat tukar. Akibat penolakan ini, para pedagang ini terancam dipidana 1 tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta.

Penolakan untuk menjadikan uang koin sebagai alat tukar berdasarkan keluhan masyarakat Morotai, lantaran saat berbelanja di toko maupun warung, para pemilik toko menolak uang koin.

“Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang, disana diisyaratkan sanksi bagi pedagang atau masyarakat yang menolak uang koin, terancam pidana kurungan minimal 1 tahun dan denda Rp200 juta,” kata Kepala Tim Sistem Pembayaran, dan Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) dan Manajemen Intern, Kantor Perwakilan BI Maluku Utara, Aprihandoyo kepada wartawan, di Ternate, Rabu (11/9).

Dia menegaskan, hingga saat ini, penggunaan uang logam atau uang koin, masih berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai alat transaksi keuangan yang sah.

“Sebagaimana pada bab X pasal 33 tentang ketentuan pidana ayat (1) huruf C yang menyebutkan, bagi yang menolak pembayaran dengan uang logam dapat dipidana kurungan paling lama satu tahun dan pidana denda paling banyak Rp 200 juta. Saya ingatkan lagi, bahwa pecahan uang logam itu masih berlaku dan belum ada informasi dari kantor pusat bahwa uang logam tersebut sudah dicabut atau sudah tidak berlaku lagi. Jadi uang logam atau uang koin masih berlaku dan jika ada yang menolak, tentu bisa dipidana berdasarkan UU tentang mata uang,” tegasnya.

Menurut dia, dalam jabaran UU itu pada pasal 23 menyebut, dilarang menolak untuk menerima rupiah dalam transaksi di wilayah Republik Indonesia kecuali karena ragu atas keasliannya. “Akan tetapi sebelumnya BI akan memberikan toleransi dengan batas waktu tertentu. Jadi tidak serta-merta tidak berlaku, ada toleransi,” jelas Aprihandoyo.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya akan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. “Kami akan memberikan penjelasan ke masyarakat dari rumah ke rumah, dalam program kas keliling untuk melakukan sosialisasi,” tandasnya.

Anda mungkin juga berminat