Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Muhdar: “Berantas” PSK Di Ternate Bukan Hanya Tanggung Jawab Dinsos

0 68

Ternate, TN – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Ternate, Muhdar Din menegaskan, untuk “memberantas” Pekerja Seks Komersial (PSK) yang saat ibi marak berkeliaran di Kota Ternate, Maluku Utara bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinsos Ternate, namun semua pihak terkait harus bersinergi.

“Beberapa instansi terkait harus bersama-sama melihat persoalan ini. Cara membasminya, ya harus disinergikan dari seluruh lini, tidak bisa satu lini saja,” ujarnya kepada wartawan, di ruang kerjanya, Kamis (20/6).

Dalam beberapa tahun terakhir, kata dia, terjadi peningkatan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Ternate. Bahkan, Tenate ditempatkan sebagai kota yang paling tinggi ODHA-nya, di antara 10 kabupaten/kota lainnya di Provinsi Maluku Utara. Kuat dugaan, akibat pengaruh narkotika.

“Saya kira, HIV/AIDS meningkat karena ada hubungan dengan narkoba dan seks bebas juga. Memang dari beberapa pemberitaan media massa yang saya ikuti, kasus narkoba dan perilaku seks di Maluku Utara meningkat,” beber dia.

Untuk mewujudkan kota yang agamais, kata Muhdar, maka di Ternate tidak ada tempat lokaliasi.

Pasalnya, lokalisasi sama halnya melegalkan zinah. Hanya saja, praktek seks bebas tersebut malah menjadi lebih liar dan meningkat.

“Ambil misal, di Kelurahan Bastiong Talangame, praktik tersebut berjalan secara masif dan senyap. Transaksi bisnis esek-esek ini tidak hanya terjadi pada malam hari, bahkan siang hari. Mereka diduga bekerja sama dengan pemilik kos-kosan dan penginapan. Nah, sekarang kan sudah ada peraturan daerah soal kos-kosan dan penginapan. Di dalamnya, diatur tentang kamar kos-kosan harus dibuat terpisah antara laki-laki dan perempuan. Tapi kan sanksinya harus jelas, harus pemiliknya yang kena. Jangan cuma pelakunya saja,” katanya.

Anda mungkin juga berminat