Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Mogok Kerja Karyawan PT HIP Berlanjut, Ancam Tidur di Kantor Bupati

0 223

Aimas, TN – Meski sudah menimbulkan satu korban jiwa, aksi mogok kerja yang dilakukan ratusan karyawan perkebunan kelapa sawit, PT Henrison Inti Persada sejak Sabtu, 24 Agustus 2019 ini, akan terus dilanjutkan. Bahkan karyawan mengancam akan tidur di kantor Bupati Sorong di KM 24, hingga tuntutan mereka dipenuhi perusahaan.

Secara tertulis, ancaman ini disampaikan sejumlah perwakilan karyawan bersama aliansi mahasiswa yang pada Kamis (12/9/2019) lalu mendatangi Kantor Disnakertrans Kabsor. Dalam surat yang ditulis tangan ini, karyawan menuntut pemberian pesangon karyawan, dibayarkan dengan ketentuan 1 x, tanpa adanya syarat dari perusahaan.

Selain itu, perwakilan karyawan ini juga menuntut pembayaran pesangon untuk karyawan yang sudah usia lanjut dan sakit berkepanjangan, dibayar 2x ketentuan. Untuk pembayaran pesangon kepada karyawan itu, mereka menuntut dilakukan secara tunai di depan kantor perusahaan, didampingi aliansi mahasiswa dan seluruh karyawan, disaksikan oleh Presiden Direktur PT HIP dan Nobel, serta dipimpin Disnaker Kabsor.

“Hari ini tanggal 12 September 2019 kami ajukan dan kami minta besok (Jumat, 13/9/2019) kita dipertemukan dengan Presiden Direktur PT.HIP dan Nobel, sekaligus bapak bupati dengan instansi yang berwenang di Kantor Bupati.  Rencana malam ini kami akan tidur di kantor Bupati Sorong,” kata salah seorang perwakilan karyawan.

Melki Bisi, pegawai Kantor Disnaker yang menerima kedatangan perwakilan karyawan PT HIP sebelumnya sudah menjelaskan, bahwa Bupati Johny Kamuru sedang tidak berada di tempat, karena sedang melakukan perjalanan dinas ke Hongkong, dan akan berlanjut ke Australi.

“Kami akan menginap di Kantor Bupati sampai Pak Bupati datang,” tandas Yadrax Anton Aerory, salah seorang karyawan.

Puluhan karyawan PT HIP yang ada di Kantor Bupati ini, pada Jumat (13/9/2019) pagi sempat bubar setelah Kapolres Sorong AKBP Dewa Made Sidan Sutrahna S.Ik mendatangi mereka. Kepada karyawan, Kapolres menjelaskan aksi mereka di Kantor Bupati itu ilegal, karena tidak dilengkapi dengan surat ijin dari kepolisian.

Dari kantor Bupati, puluhan karyawan ini sempat bergeser mengantar kepulangan jenazah Yakobus Iek, salah seorang rekan karyawan dari Divisi I Bagian Pembibitan, yang meninggal dunia di barak karyawan di Klasafet pada Kamis (12/9/2019) lalu.

“Selesai dari rumah duka, kami akan melanjutkan aksi mogok kerja, sampai perusahaan memenuhi tuntutan kami,” tandas Yadrax.

Anda mungkin juga berminat