Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Mingho Raja Kayu Dari Sorong Jalani Sidang Perdana

0 3.988

Sorong, TN-Cukong kayu asal Sorong, Henock Budi Setyawan alias Mingho, sekaligus Direktur CV. Alko Timber Irian, Kamis (16/5) menjalani sidang perdana (Pembacaan Dakwaan) di Pengadilan Negeri Sorong karena perbuatan melanggar hukum.

Yang bersangkutan didakwakan atas kasus tindakan Pidana Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau pemanfaatan pembalakan liar dengan mengubah bentuk ukuran kayu, termasuk pemanfaatan limbahnya sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 huruf (g).

Berdasarkan hasil dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Haris Suhud, S.H dan Sastra, S.H, terdakwa telah melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri, sehingga dengan sengaja melakukan beberapa kejahatan hasil pembalakan liar di wilayah kabupaten Sorong dan Sorong Selatan Papua Barat.

Dalam dakwaan tersebut, dijelaskan sebanyak 81 konteiner berisi kayu olahan jenis Merbau siap eksport tersebut, dikirim dari pelabuhan Sorong Papua Barat, menuju pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Jawa Timur, melalui jasa pengiriman PT. Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL).

Terdakwa kasus pembalakan liar, Henock Budi Setyawan alias Mingho. Foto wim/TN.

Pada 29 Desember 2018 lalu, kapal pengangkut kayu olahan sebanyak 81 kontainer itu, diberangkatkan dari pelabuhan Sorong dan tiba di pelabuhan Tanjung Perak pada 02 Januari 2019.

Selanjutnya pada 03 Januari 2019, dibongkar dan disimpan di Depo milik PT SPIL. Dari 81 kontainer tersebut, sebanyak 21 konteiner disimpan di Depo Teluk Bayu dan di Depo Jafpa sebanyak 60 konteiner.

Menurut JPU melalui Dakwaan yang dibacakan, dari hasil pengecekan daftar muatan diketahui bahwa muatan 81 konteiner tersebut, tertulis kayu digergaji, sedangkan dari pengecekan pada dokumen pengangkutan kayu, ternyata kayu tersebut berupa kayu Sengkunder. Dan benar isi muatan dalam konteiner terdapat kayu Sekunder atau Molding.

Dari 81 konteiner tersebut diketahui bahwa 35 konteiner yang bermuatan merupakan hasil hutan kayu jenis Merbau yang diduga berasal dari hasil pembalakan liar. Merupakan kiriman dari CV Alko Timber Irian.

Atas kasus tersebut, terdakwa didakwa dengan pasal alternative dan komulatif, yaitu pasal 87 ayat 1 huruf (a) undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dan pasal 95 ayat 1 huruf (a) undang –undang nomor 18 tahun 2013 tentang memanfaatkan kayu berasal dari pembalakan liar dan mengubah bentuk dan pasal 86 ayat 1 huruf (a) undang –undang nomor 18 tahun 2013 tentang mengedarkan kayu yang berasal dari pembalakan liar melalui laut

Sementara itu, Kuasa Hukum terdakwa, Alexis Sasube, S.H, ketika dikonfirmasi mengatakan, berdasarkan pembacaan dakwaan oleh JPU, tentu pihaknya langsung mengajukan Eksepsi atau Keberatan.

“Setelah mendengarkan pembacaan dakwaan oleh JPU, maka kami langsung mengajukan eksepsi atau keberatan,” ujar Alex Sasube kepada awak media di kantor PN Sorong.

Selain itu, Kuasa Hukum terdakwa Henock Budi Setyawan alias Mingho, telah mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada majelis hakim, namun pihaknya masih menunggu jawaban tersebut.

Sidang perdana itu dipimpin langsung oleh majelis hakim, Hanifsar, S.H, M.H, didampingi hakim anggota, Gracelyn Manuhuttu, S.H, dan Dinar Pakpahan, S.H, M.H.

Anda mungkin juga berminat