Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Merasa Terancam, Karyawan PT Henrison Demo ke Disnaker  

0 528

Aimas, TN – Merasa terancam kehilangan pekerjaan dan hak-haknya sebagai pekerja lapangan tidak terpenuhi oleh perusahaan, puluhan karyawan perkebunan PT Henrison Inti Persada (HIP) Divisi II Klasafet, Klamono, Selasa (13/08/2019) siang berunjukrasa di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sorong di Jl TPU KM 24, Klamasen, Distrik Aimas.

 

Mereka berharap Disnakertrans sebagai instansi pemerintah yang mengurus masalah ketenagakerjaan, bisa menjadi mediator untuk menyelesaikan persoalan pekerja dengan manajemen perusahaan. Diantara yang menjadi tuntutan para pekerja itu adalah hak pesangon yang harus dibayarkan perusahaan ke karyawan, yang dianggap tidak sesuai aturan ketenaga kerjaan.

Yadrax Anton Airory, salah seorang pekerja kepada TeropongNews.com mengatakan, sejak perusahaan perkebunan itu beberapa kali beralih kepemilikan, mulai muncul berbagai gejolak di lapangan. Menurut Airory, saat ini PT HIP telah beralih manajemen dibawah bendera The Capitol Group. Sebelum Capitol, ada Wilmar dan Nobel yang juga masuk.

“Kami hanya menuntut hak pekerja demi masa depan keluarga kami. Kalau memang kami di PHK, tolong berikan pesa ngon sesuai dengan aturannya,” kata Aerory.

Sesuai aturan yang tertuang dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2013, dalam pasal yang mengatur tentang pemberian uang pesangon adalah, setiap pekerja berhak atas pesangon yang dihitung berdasarkan masa kerja, dengan rumus pengalian 1 atau 2. Ketentuan besarnya dikali 1 adalah ketika pekerja mengundurkan diri atau PHK bersyarat. Sedang pengalian 2, harus diberikan ketika pekerja di PHK tanpa syarat, atau PHK sepihak dari perusahaan.

“Jadi misalnya ada pekerja yang masa kerjanya 7 tahun lebih, tapi kurang dari 8 tahun. Jika pekerja itu mengundurkan diri, maka rumusan pemberian uang pesangonnya adalah, 8 (tahun masa kerja) x 1 x besarnya UMP. Tapi jika pekerja itu di PHK sepihak dari perusahaan, rumusan pesangonnya adalah 8 (tahun masa kerja) x 2 x besarnya UMP,” kata Melky Bisi, Pelaksana Pengembangan Wilayah Ketenagakerjaan Bidang PHI, Disnakertrans.

Rumus pemberian pesangon itu juga harus diberlakukan, ketika perusahaan beralih kepemilikan. Misalnya PT HIP yang saat ini diambil alih The Capitol Group, maka PT HIP atau The Capitol harus memberikan pesangon dengan rumus  kali 1, ketika karyawan HIP masih dipekerjakan oleh manajemen yang baru dengan tidak menghilangkan masa kerja di perusahaan sebelumnya. Tapi jika tidak dipekerjakan lagi, otomatis harus diberi pesangon dengan rumus kali 2.

“Kalau perusahaan itu telah berganti manajemen, pekerja dari perusahaan sebelumnya itu dipekerjakan atau tidak oleh perusahaan yang baru, harus tetap diberikan pesangon,” tambah Melky.

Sementara menurut Melky, para pekerja yang tidak direkrut The Capitol,  disodori formulir pengunduran diri dan mendapatkan pesangon dengan rumus kali 1. “Kalau memang sudah tidak dipekerjakan, kami menuntut diberikan pesangon kali 2,” kata Aerory.

Sebelum berorasi menyampaikan tuntutannya di Disnakertrans, mereka berangkat dari lokasi barak karyawan Divisi II area perkebunan dengan menumpang 3 unit truk, 1 unit mobil bak terbuka dan sepeda motor. Mereka berkumpul di bundaran Tugu Merah, Aimas sejak pukul 09.00 Wit.

Dari tempat itu, kemudian puluhan pekerja yang mewakili 1.941 orang karyawan PT HIP Divisi II Klasafet ini, bergerak menuju Kantor Disnaker dengan pengamanan pasukan Dalmas Polres Sorong. Di tempat tersebut, sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sudah bersiap menjaga aksi itu agar tidak ricuh.

Karena Kepala Disnakertrans Elieser Kalame sedang ada keperluan dinas mendampingi Wakil Bupati Suko Harjono SSos ke Jakarta, setelah menyampaikan orasi dan tuntutannya, para pekerja itu ditemui Sekretaris Disnaker, Drs Murdi Sartono.

“Kami sebagai pembina ketenagakerjaan, wajib meluruskan, tidak akan diam apabila terjadi pelanggaran pelanggaran. Kami tidak akan memihak pada salah satu yang berselisih apabila terjadi perselisihan,” kata Murdi.

Disnaker akan mengundang pihak manajemen PT HIP untuk mengklarifikasi pengaduan dan tuntutan para pekerja itu. Selesai menyampaikan tuntutan secara tertulis kepada Murdi, para pekerja itu melanjutkan aksinya ke lokasi perusahaan di Klasafet, Klamono, untuk menyampaikan tuntutan yang sama. Sebenarnya pihak Disnaker menawarkan kepada pekerja, akan mengundang perwakilan manajemen untuk datang ke Kantor Disnaker.

“Kami tawarkan supaya tuntutan yang ke manajemen itu bisa disampaikan di sini (Kantor Disnakertrans). Saya undang perwakilan manajemen biar ke sini. Tapi kalau teman-teman pekerja mau langsung ke kantor perusahaan, ya silakan,” kata Murdi.

Anda mungkin juga berminat