Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Menyaksikan Aksi Demo Penolakan Rasisme di Sorong, 4 WNA Australia Dideportasi

0 157

Sorong, TN- Kantor Imigrasi Kelas II Sorong mendeportasi 4 orang Warga Negara Asing (WNA) asal Australia dari kota Sorong Papua Barat, melalui bandara Domine Eduard Osok, Senin pagi (2/9/2019).

Keempat WNA asal Australia itu, diamankan aparat keamanan dan petugas Imigrasi ketika menyaksikan aksi demo penolakan rasisme di kantor Walikota Sorong, Selasa (27/8/2019) lalu.

Keberadaan mereka berempat di lokasi demo itu, lantaran diberitahukan oleh warga, kalau aksi demo yang berlangsung itu adalah kegiatan karnaval budaya.

“Keempat WNA asal Australia itu kami amankan saat mereka sedang menyaksikan aksi demo pada 27 Agustus lalu di kantor Walikota, mereka kedapatan sedang menonton, jadi atas pengakuan, mereka dikasih tahu oleh warga kalau itu ada karnaval budaya, lalu mereka memutuskan untuk menyaksikannya,” ujar Kepala Seksi Intelejen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas II Sorong, Cun Sudiharto, kepada awak media di kantornya, Senin (2/9/2019).

Keempat WNA itu, diketahui adalah wisatawan yang mau berkunjung ke Raja Ampat, masuk ke Indonesia dengan izin berwisata.

“Mereka menggunakan kapal menuju Raja Ampat melalui Banda Neira Maluku, namun kapal mereka rusak sehingga mampir di Kota Sorong pada tanggal 10 Agustus 2019 dengan alasan mencari alat kapal,” jelasnya.

Menurut Cun Sudirharto, keempat Warga Negara Asing itu, ketika dilakukan pemeriksaan, ternyata mereka kedapatan melanggar undang-undang Keimigrasian dan kemudian dideportasi pulang ke negara asalnya di Australia.

“Atas koordinasi dengan Polres Sorong Kota, ternyata keempat WNA ini sudah melanggar undang-undang Keimigrasian, mereka kedapatan berada di lokasi demo, padahal kan tidak boleh, mereka masuk ke Indonesia kan menggunakan visa kunjungan izin wisata, karena sudah melanggar aturan, akhirnya sesuai prosedur, kami pulangkan atau deportasi ke negara asal,” imbuh Cun Sudiharto.

Dikatakan, melalui hasil pemeriksaan pihak Imigrasi, keempat orang asing tersebut mengakui tidak mengetahui apa arti aksi demo yang terjadi saat itu. Mereka mengakui diajak warga setempat yang mengatakan bahwa aksi unjuk rasa adalah festival budaya.

Keempat WNA asal Australia yang dideportasi itu, masing-masing; Baxter Tom, kelahiran Banbury, 01 Agustus 1982. Davidson Cheryl Melinda, kelahiran Keith, 12 Februari 1983. Hellyer Danielle Joy, kelahiran South Brisbane, 23 Feb 1988. Dan Cobbold Ruth Irene, kelahiran Hobbart, 13 Januari 1994.

Mereka berempat dipulangkan melalui bandara DEO Sorong, menuju bandara Sultah Hasanudin Makassar dan bandara I Gusti.Ngurah Rai Denpasar Bali dan selanjutnya diterbangkan ke Australia.

Anda mungkin juga berminat