Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Menjelang Puncak Perayaan HUT RI, WC Alun Alun Aimas Disedot

0 84

Aimas, TN – Menjelang puncak perayaan kemerdekaan RI ke 74 pada hari Sabtu (17/8/2019), alun-alun Aimas mendapat perhatian khusus dari Pemkab Sorong. Ruang publik yang selama ini menjadi pusat kegiatan masyarakat ini, disterilkan. Kamar kecil yang menjadi fasilitas umum, di kuras dengan mobil tangki sedot tinja milik Dinas PUPR.

Dinding kamar kecil yang sebelumnya terdapat banyak coretan dari tangan jahil, sudah dicat ulang dengan warna putih. Sampah yang selama ini menumpuk di sudut barat alun-alun, sudah diberihkan dan ditempat itu disediakan kontainer bak sampah. Sementara pedagang kaki lima dan pemilik permainan anak-anak yang selama ini mangkal di dalam alun-alun, sudah tidak diperbolehkan mencari.

“Tidak boleh mangkal di dalam alun-alun sampai nanti tanggal 18 Agustus,” kata Rohman, pedagang siomay yang setiap malam mangkal ditempat itu. Ia dan para pemilik permainan anak-anak, saat ini berpindah tempat mencari di halaman ruko, seberang jalan depan alun-alun.

Sebelumnya, Jance N Sahetapy, Kabid Kepemudaan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabsor dalam rapat panitia perayaan HUT RI Kabsor mengungkapkan kondisi kamar kecil atau WC alun-alun yang kumuh, bau dan tidak adanya saluran air bersih.

Agar para pejabat, tamu undangan dan masyarakat yang hadir saat merayakan kemerdekaan merasa nyaman menggunaan fasilitas itu, diharapkan pihak yang bertanggungjawab mengelola alun-alun segera membersihkan.

“Kami menyarankan kepada ketua agar kamar mandi yang ada di alun-alun untuk disedot dan penjual yang ada disepanjang alun alun ditertibkan pada saat pelaksanaan upacara,” kata Jance.

Menurutnya, kondisi kamar mandi di alun alun yang memprihatinkan itu, selain kurangnya perhatian dari pihak pengelola, juga karena tidak adanya kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan fasilitas publik. Di saluran pembuangan, penuh tumpukan sampah botol plastik dan memicu bau tak sedap.

Letkol (Mar) Franklyn Sinay, Perwira Pasmar 3 yang menjadi seksi upacara dalam kepanitiaan HUT RI menyatakan keprihatinan yang sama. Menurutnya, hampir satu bulan ini pihaknya ada kegiatan melatih pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) di alun-alun Aimas.  Untuk menggunakan fasilitas kamar kecil, anggota Pasmar harus mencari air bersih sendiri di rumah-rumah warga, untuk mengisi bak air.

“Saluran air bersihnya tidak ada. Kami setiap hari ada di sini. Kalau kamar kecil tidak ada air bersihnya, bagaimana kami mau menggunakan fasilitas itu,” keluh Franklyn.

Anda mungkin juga berminat