Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Mengaku Curi Sapi di 15 Lokasi, Ini Penampakan Tersangkanya

0 9.881

Aimas, TN – Komplotan pencuri sapi yang berhasil digulung Tim Resmob Polres Sorong, mengaku sudah melakukan aksinya sebanyak 15 kali di tempat yang berbeda. Padahal, dari Laporan Polisi (LP) yang masuk, sedikitnya ada 18 warga yang telah melapor kehilangan hewan ternaknya. Artinya, masih ada kelompok lain yang saat ini masih menjadi buruan aparat.

Pengakuan para tersangka itu disampaikan Kapolres Sorong AKBP Dewa Made Sidan Sutrahna S.Ik kepada wartawan, saat menggelar konferensi pers atas keberhasilan anggotanya dalam menggulung komplotan pelaku pencurian ternak yang meresahkan warga, di teras Gedung Utama Mapolres Sorong, Senin (12/8/2019).

“Sebelumnya ada 18 LP kehilangan ternak yang masuk ke kami. Dari situ, kemudian kami membentuk Tim untuk mengungkap aksi kejahatan ini. Dari para tersangka yang saat ini berhasil kita tangkap, mereka hanya mengaku beraksi di 15 lokasi. Yang 3 TKP (Tempat Kejadian Perkara) mereka tidak tahu,” kata perwira dengan dua melati di pundak ini.

Pada kesempatan itu, ada 7 orang tersangka pencuri dan 1 orang penadah daging sapil hasil curian yang ditunjukkan ke wartawan. Menurut Kapolres, mereka terbagi dalam dua kelompok dengan TKP yang berbeda. Kelompok pertama adalah Mar, Sil, Amb, Sar, dan An, yang semuanya beralamat di Majaran, Salawati. Sedangkan kelompok kedua adalah Ed, Sng, Roh.

Tertangkapnya jaringan maling ini berawal saat polisi menghentikan mobil Suzuki Cari Pick UP Nopol PB 8187 A di ujung jalan kontainer KM 19, pada Kamis (8/8/2019) pagi. Di atas mobil yang ditumpangi kelompok pertama ini, polisi mendapati daging sapi yang sudah terpotong-potong dan siap dijual ke penadah di Pasar Remu.  Karena tidak ada barang bukti mereka sebagai pencuri, polisi tak berkutik dan melepas mereka.

Kemudian pada Jumat (9/8/2019), ada laporan warga yang kehilangan sapi di SP3. Setelah ciri fisik hewan ternak yang hilang itu dicocokkan dengan ciri fisik daging sapi yang dibawa para tersangka kelompok pertama, ternyata cocok. Di ciduklah mereka dari rumah masing-masing. Dari para tersangka ini, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 unit Mobil Pick Up dan parang.

Setelah menangkap eksekutor lapangan, polisi bergerak mencari siapa penadah daging haram itu. Dari pengakuan tersangka, mereka menyebut nama Syar, pedagang daging sapi di Pasar Remu. Sebenarnya ada dua orang pedagang lagi yang menjadi penadah, yakni Rud dan HS, tapi keduanya sudah kabur duluan sebelum dibekuk polisi. “Saat ini penadah yang kita tangkap baru Syar dengan barang bukti berupa timbangan daging, pisau, dan 1 unit mobil Toyota Hilux Pick Up Nopol PB 8096 SB,” tandas Kapolres.

Dari pemeriksaan Syar, terungkaplah nama-nama jaringan maling kelompok kedua, yakni Ed, Sng dan Roh. Kelompok ini,  biasa mengobral harga daging hasil curian seharga Rp 50 ribu hingga Rp 80 ribu per kilo. “Masih ada dua orang tersangka lagi dari kelompok Ed yang belum tertangkap, yakni Pr dan A, yang sekarang sudah kita tetapkan sebagai buronan,” lanjut Kapolres, dibenarkan AKP Dodi Pratama S.Ik, Kasat Reskrim.

Kelompok Ed menjadi tersangka berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/K/256/VIII/2019/Sek Salawati tanggal 9 Agustus 2019. Pengakuan tersangka, mereka beraksi pada April lalu  menggunakan Dump Truk warna kuning setelah diajak “A”, diduga oknum anggota.

Di dekat gorong-gorong Kampung Klasari Distrik Moisegen, mereka menggorok hewan ternak milik warga dengan sebilah parang. Dari hasil penjualan daging itu, mereka mendapatkan bagian Rp 500 ribu dari “A”. Barang bukti yang diamankan dari tersangka ini, 1 unit Dump Truk kuning Nopol PB 9729 A, pisau dan parang.

Anda mungkin juga berminat