Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Melalui BP Jamsostek, Presiden Jokowi Beri Kado Spesial Untuk Pekerja Indonesia

0 87

Jakarta, TN – Mengawali tahun 2020, pemerintah memberikan kado spesial kepada pekerja Indonesia melalui peningkatan manfaat bagi peserta BP Jamsostek (BPJS Ketenagakerjaan).

Peningkatan manfaat ini dituangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) 82 Tahun 2019 tentang Perubahan atas PP 44/2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerjadan Jaminan Kematian yang telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 Desember 2019.

Peningkatan manfaat pada program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) ini, diberikan kepada pekerja Indonesia peserta BP Jamsostek tanpa kenaikan iuran.

“Kami memastikan ketahanan dana program JKK dan JKM yang dikelola BP Jamsostek masih sangat cukup untuk menopang manfaat yang baru, sehingga peningkatan manfaat ini dapat dilaksanakan tanpa menaikkan iuran kepesertaan”, jelas Ida Fauziah, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, melalui siaran pers yang dikirim Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BP Jamsostek, Rabu (15/1/2020).

“Tentunya manfaat ini akan diberikan kepada pekerja yang terdaftar sebagai peserta BP Jamsostek dan aktif dalam membayar iuran,” ujarnya.

Direktur Utama BP Jamsostek, Agus Susanto menambahkan, perubahan manfaat bagi peserta BP Jamsostek yang tertuang dalam PP 82/2019 itu antara lain pada program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Menurutnya, selama ini melalui program JKK, peserta BP Jamsostek mendapatkan perawatan dan pengobatan tanpa batasan biaya sesuai kebutuhan medis, bantuan biaya transportasi korban kecelakaan kerja.

Selain itu, peserta BP Jamsostek juga akan menerima santunan pengganti upah selama tidak bekerja, santunan kematian sebesar 48x upah jika meninggal dunia, santunan cacat total hingga maksimal sebesar 56x upah, bantuan beasiswa, hingga manfaat pendampingan dan pelatihan untuk persiapan kembali bekerja (return to work).

“Dengan peraturan yang baru, santunan pengganti upah selama tidak bekerja, ditingkatkan nilainya menjadi sebesar 100% untuk 12 bulan dari sebelumnya 6 bulan dan seterusnya sebesar 50% hingga sembuh,”  ujar Agus Susanto.

Perubahan manfaat itu juga terjadi pada pembayaran biasa transportasi darat untuk mengangkut peserta BP Jamsostek, yang mengalami kecelakaan kerja. Jika sebelumnya korban kecelakaan mendapat penggantian biaya sebesar 1 juga, ditingkatkan menjadi maksimal Rp 5 juta.

Biaya transportasi laut naik dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta, dan biata transportasi udara naik dari Rp 2,5 juta menjadi Rp 10 juta.

“Kami berterima kasih kepada Presiden Jokowi dan semua Kementerian/Lembaga yang telah mendukung peningkatan manfaat program JKK dan JKM. Karena hal ini akan sangat membantu meringankan beban pekerja dan keluarganya yang mengalami risiko kecelakaan kerja dan kematian,” pungkas Agus. **

Anda mungkin juga berminat