Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Media Pembawa OPTK Impor Dimusnahkan Karantina Pertanian Sorong

0 88

Sorong,TN – Kantor Stasiun Karantina kelas 1 Sorong melakukan pemusnahan media pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)  impor, Rabu (09/10).

Media pembawa yang dimusnahkan terdiri dari :The kering asal cina seberat 2 Kg, benih bunga matahari dan bunga tulip asal singapura seberat 0,010 Kg, daun kering asal Malaysia seberat 0,165 Kg , benih bunga dan sayuran asal Malaysia seberat 0,026 Kg, benih bunga dan sayuran asal Malaysia seberat 0,007 Kg, benih bunga dan sayuran asal  Taiwan seberat 0,012 Kg, benih bunga dan sayuran asal Malaysia seberat 0, 017 Kg, benih bunga dan sayuran asal Malaysia seberat 0,027 Kg, benih bunga dan sayuran asal singapura seberat 0,01 Kg, buah kurma nuda dan kurma kering asal Saudi Arabia seberat 16,405 Kg.

Pantauan media ini, adapun tata cara pemusnahan Media Pembawa OPTK adalah dengan cara dibakar di incinerator.

Kegiatan pemusnahan terhadap Media Pembawa (MP) dilakukan karena MP tidak dilengkapi denggan Phytosanitary Certificate (PC) atau sertifikat kesehatan dari negara asal sesuai dengan yang dipercayakan pada UU no. 16 tahun 1992 serta penentuan No. 09 tahun 2009 tentang persyaratan dan tata cara tindakan karantina tumbuhan terhadap pemasukan media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina ke dalam wilayah negara Repubik Indonesia.

Kepala kantor stasiun Karantina kelas I Sorong, I Wayan Kertanegara mengatakan, Media Pembawa OPTK yang dimaksud diatas merupakan MP yang masuk melalui kiriman paket Pos dari luar negeri dan merupakan hasil penahanan yang dilakukan oleh petugas Karantina pertanian wilayah kerja Kantor Pos Sorong dengan kerja sama dari kantor pos serta Bea Cukai slama periode juni samapi September 2019.

“Kenapa kami musnahkan, karena barang ini wajib dilakukan tindakan karantina atau diperiksa.  Setelah melihat barangnya dan tidak ada dokumen kami lakukan penahanan,”kata I Wayan Kertanegara.

Disamping itu, lanjutnya, dampak dari bahaya barang-barang tersebut dapat mempengaruhi kesehatan tubuh seperti kurma yang langsung di konsumsi. Sedangkan yang jenis tanaman, karena tidak ada pemeriksaan kesehatan dari negara asalnya, benih itu bisa menyebarkan penyakit ke tanaman lainnya yang sejenis.

I Wayan juga mengimbau kepada masyarakat agar tiap komoditas yang masuk dari luar negeri melalui kantor pos atau paket pengiriman lainnya agar disertai dengan Phytosanitary Certificate dari negara asal .

“Untuk informasi terkait pemasukann barang dari luar negeri melalui pos atau perusahaan eksepedisi lainnya dapat menghubungi stasiun Karantina Pertanian kelas I Sorong atau melalui laman Facebook Humas Karantina Sorong,”pungkasnya.

Anda mungkin juga berminat