Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

MCC : Usut Izin dan Relokasi SPBU Kebun Cengkeh Ambon

0 20

Ambon, TN – Pertamina dan Pemerintah Daerah (Pemda) didesak untuk mengusut izin serta merelokasi SPBU Kebun Cengkeh ke wilayah lain di Ambon. Pasalnya, secara Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) dan sosial SPBU Kebun Cengkeh sangat mungkin melanggar aturan karena posisi dan luas lahannya tidak cocok untuk beroperasinya SPBU.

Maluku Crisis Center (MCC) menduga ada kongkalikong dalam penerbitan hasil Amdal untuk SPBU tersebut.

“Untuk itu, MCC mendesak aparat penegak hukum segera melakukan proses penyelidikan dan penyidikan terkait dikeluarkannya Amdal bagi SPBU itu,” ujar Koordinator Investigasi MCC, M Zen Loilatu, kepada wartawan, di Ambon, Selasa (29/1).

Selain itu, MCC juga menduga izin SPBU tersebut bermasalah. Keberadaan SPBU tersebut dinilai meresahkan, karena menjadi biang kemacetan sehingga mengganggu dan menghambat aktivitas warga.

“Sejumlah keluhan warga sudah sering disampaikan, dan ini perlu menjadi pertimbangan pihak-pihak terkait agar SPBU segera direlokasi,” katanya.

Menurutnya, Polda Maluku perlu menelusuri indikasi atau kemungkinan adanya penggelapan pajak dari beroperasinya SPBU kebun Cengkeh.

Pasalnya, peluang adanya penggelapan pajak bisa terjadi karena pemilik SPBU itu, yakni PT Indo Jaya masuk dalam daftar 13 orang atau perusahaan yang muncul dalam hasil penyidikan KPK sebagai penunggak pajak di Maluku.

Untuk itu, mereka mendesak Pemerintah Kota Ambon, DPRD Kota Ambon dan PT Pertamina untuk segara mengambil langkah tegas sehingga SPBU ini segera direlokasi.

“MCC juga akan melaporkan keberadaan SPBU Kebun Cengkeh bersama SPBU Samping RS Tentara Ambon karena posisinya atau letaknya tidak mempetimbangkan aspek dan dampak lingkungan. Selain SPBU Kebun Cengkeh, SPBU RS Tentara juga harus ditunjau keberadaannya karena dekat dengan unversitas, rumah sakit dan tempat ibadah,” pintanya.(*)

Anda mungkin juga berminat