Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan Warga Di Pelabuhan Yos Sudarso

0 145

Ambon, TN – Sesosok mayat laki-laki paruh baya tanpa identitas ditemukan warga, di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, tepatnya depan ruangan transit penumpang, Jumat (11/10) sekitar pukul 06.30 WIT. Mayat tanpa identitas itu pertama kali ditemukan oleh Moh Saleh (47).

Saleh kemudian melaporkan penemuan mayat tersebut kepada personil KPYS yang langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Saat tiba di TKP, posisi mayat terlentang dengan memakai celana panjang warna Ungu dan sarung bermotif kotak-kotak warna Merah Putih berada di leher, tanpa menggunakan baju, dan badan korban terlihat kaku dan mata melotot.

Informasi yang diterima Teropongnews.com menyebutkan, penemuan mayat ini berawal ketika Saleh yang adalah saksi mata sementara berada di ruangan tunggu mendengar teriakan sebanyak 2 kali, dari arah depan ruangan transit penumpang. Setelah mendengar teriakan itu, Saleh langsung datang menuju arah suara teriakan, dan melihat seorang laki-laki dengan posisi badan terlentang.
Saat dirinya mendekat dengan maksud menanyakan keadaan korban, saksi kaget dikarenakan badan laki-laki paruh baya itu sudah kaku, dan telah meninggal dunia.

“Pada Rabu (9/10 sekitar pukul 11.00 WIT, saya melihat petugas dari bagian Kesehatan Pelabuhan sempat memeriksa kesehatan, dan memberikan obat kepada korban, namun korban tidak mau makan dan meminum obat,” kata Saleh.

Selanjutnya pada pukul 09.25 WIT, jenazah tanpa identitas tersebut di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku di kawasan Tantui, dengan menggunakan mobil ambulance kesehatan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon untuk pemerikasaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan luar dari tim medis, tidak di temukan tanda-tanda kekerasaan terhadap badan korban.
Sementara itu, salah seorang Cleaning Service di kantor PT. Pelindo mengaku, korban sudah sekitar 5 bulan berada di Pelabuhan Yos Sudarso, dan tidur di depan ruangan transit penumpang.

“Saya bersama teman-teman dan juga beberapa pedagang asongan sering memberikan makanan kepada korban. Yang mana korban tidak pernah berkomunikasi dengan orang-orang yang berada di pelabuhan,” tandas Ampi.

Anda mungkin juga berminat