Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Mau Temui Pacar, Pengunggah Video Shalat Di Iringi Musik Dugem Diciduk Polisi

0 6.318

Sorong, TN – Niat awalnya mungkin mau melepas rindu sama pacar, tapi ternyata justru diciduk polisi karena ulahnya yang kurang bijak dalam menggunakan media sosial. Nasib inilah yang dialami CA, pengunggah video yang diduga melecehkan agama Islam ke media sosial.

Dalam video ini, TS dan FN, dua pelaku utama, sudah diamankan di Polres Sorong Kota, Selasa (10/12/2019). Pemilik akun facebook Chaca Nisya (Ardhy) ini yang diduga pertama kali mengunggah video yang merekam aksi shalat sambil berjoget diiringi musik dugem. Pemilik akun ini yang sebelumnya dilaporkan oleh Direktur LBH Kemas Papua Barat ke Polres Sorong Kota.

Baca juga:https://www.teropongnews.com/terkait-video-shalat-diiringi-musik-dugem-lbh-kemas-laporkan-akun-chaca-nisya-ke-polisi/

Di akun FB-nya, CA yang pernah belajar di SMK Kesehatan dan menulis pekerjaannya sebagai Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), menulis komentar terkait video itu. “Agama dianggap lelucon ihh mirisss skli lihat ana2 jaman sekarang. Haus viral toh jdy sa bantu kasih virl neh dek. Biar jang susah (emoticon tertawa)”.

Dalam unggahan itu, CA juga melampirkan tangkapan layar (screen shoot) chating dia dengan TS. “Kk yg kas masuk di story bru” tulis TS. Kalimat itu kemudian dibalas oleh CA,”Karna ko kan mati viral jdy sa bantu!! Berterima kasihlah dek sma sy”.

Baca juga : https://www.teropongnews.com/direkam-saat-terdengar-adzan-magrib-begini-pengakuan-pelaku-video-shalat-di-iringi-musik-dugem/

Ipe, salah seorang teman CA membenarkan pengunggah video itu adalah alumni SMK Kesehatan. Dia lulus pada 2019, dan berencana melanjutkan kuliah. “Tapi masih belum bisa masuk, karena ijazah masih ditahan sama sekolahan. Masih ada tunggakan uang sekolah,” kata Ipe.

Me dan Ipe, dua teman CA yang sebelumnya ikut dimintai keterangan oleh polisi, terkait unggahan video shalat di iringi musik dugem. (Foto:Tantowi/TN)

Ipe datang ke Polres Sorong Kota bersama Me. Sehari sebelumnya, keduanya juga ikut dipanggil polisi untuk ditanya soal keberadaan CA.

Me bercerita, sehari-hari CA tinggal di Raja Ampat. Tapi selama sekolah di Kota Sorong, dia tinggal bersama saudaranya di perumahan belakang UT di KM 13.

Sebelum diciduk polisi karena kasus unggahan video itu, pada Minggu (8/12/2019) sore CA baru tiba di Kota Sorong. “Dia datang sama-sama dengan saya dari Raja Ampat. Pacar dia kan ada di Sorong, jadi dia mau ketemu sama pacarnya itu,” kata Me.

Ketika viral video yang diduga melecehkan agama itu di media sosial, CA adalah orang yang pertama kali dicari polisi. Bersama dengan 5 orang temannya, dia digelandang polisi untuk mencari tahu keberadaan TS, FN dan AR.

“Kalau hubungan mereka dengan ketiga anak itu, saya tidak tahu. Saya hanya berteman dengan CA,” kata Me, yang dibenarkan Ipe. **

Anda mungkin juga berminat