Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Mau Mesum di Kolam Pancing, Dua Pelajar Pucuk Diobrak Polisi

0 6.871

Aimas, TN – Peringatan buat para orangtua yang memiliki anak gadis dan masih duduk dibangku sekolah, agar meningkatkan pengawasan terhadap buah hatinya. Peristiwa di kolam pancing di kawasan jalan kontainer ini bisa menjadi pelajaran berharga, bila tak ingin kejadian itu menimpa anak-anak yang masih di bawah umur.

Bunga (bukan nama sebenarnya), pelajar yang masih duduk di bangku kelas 10 salah satu SMK swasta di Distrik Aimas Unit 2, Kabupaten Sorong ini, hampir menjadi korban nafsu birahi Kampret (juga bukan nama sebenarnya), teman satu sekolahnya.

Kampret yang otaknya sudah terpapar video porno ini, juga masih kelas 10 di sekolahan yang sama. Keduanya baru saling kenal dan menjalin hubungan asmara sejak dua minggu lalu. Peristiwa yang berakhir di kantor polisi ini terjadi  pada Kamis (15/08/2019) sore, di pondokan kolam pancing Dian Abadi di Jl Kontainer, Aimas Unit 2.

Awalnya, Hj. Dian, pemilik kolam ini mengaku mendapat laporan dari anak buahnya, ada sepasang anak sekolah yang masih pucuk, baru saja masuk ke salah satu pondokan. Keduanya berboncengan naik sepeda motor Yamaha Aerox warna biru silver, nopol PB 3317 AH.

“Dia itu masuk, langsung saja nyelonong dan parkir motor di pondokan. Biasanya kalau ada tamu yang datang, mau mancing atau sekedar makan dan minum, berhenti, singgah dulu di depan ketemu sama yang jaga untuk bayar tiket masuk dan pesan makanan. Tapi yang ini tadi tidak. Saya saja tidak tahu masuknya kalau anak buah tidak kasih tahu,” ujar Hj Dian.

Setelah mendapat informasi siapa sepasang pelajar itu, Hj Dian menghubungi kepala sekolah dan guru tempat kedua anak itu sekolah. Tapi karena tidak bisa, Hj Dian langsung melapor ke piket jaga Polres Sorong. “Saya takut kalau terjadi apa-apa, karena suami saya kebetulan juga tidak sedang di kolam. Hanya saya sama anak buah. Apalagi kedua anak itu masuk juga tanpa permisi,” kata Dian.

Dirinya berinisiatif menghubungi pihak sekolah, karena Kampret dan Bunga itu sebelumnya sudah pernah datang ke kolam pancing miliknya. Keduanya sempat ditegur karena tingkahnya yang tidak sopan. Yang membuat Dian lebih kesal, setelah dua kali diingatkan, sepasang pucuk yang sedang kasmaran itu pergi begitu saja tanpa pamit dan tidak bayar minuman yang sudah dipesan.

“Ketika tahu mereka datang lagi, saya langsung hubungi pihak sekolah. Karena tidak berhasil, saya laporkan ke polisi, biar polisi yang mengusir mereka. Sudah datang tanpa permisi, mau berbuat aneh-aneh,” ujar Dian.

Tidak lama setelah di telepon, anggota piket jaga Polres Sorong tiba di lokasi. Brigadir Yuslan, salah satu anggota yang datang, langsung menuju pondokan tempat kedua pelajar itu memadu kasih. Yang memilukan, polisi mendapati sepasang kekasih yang masih bau kencur ini sudah setengah telanjang, melepas celana seragam sekolah yang dikenakan. Brigadir Yuslan langsung menciduk keduanya, dan membawa ke kantor polisi.

Di ruang piket SPKT, orangtua kedua anak itu langsung dipanggil, agar tahu perbuatan yang dilakukan anak-anaknya. Informasi yang didapat Teropongnews.com, Bunga tinggal bersama orangtua di seputaran Jl Kontainer dan berprofesi sebagai petani. Sedangkan Kampret tinggal bersama orangtuanya di Jl Cempedak Aimas Unit 1.

“Tolong bapak dan ibu lebih diawasi lagi pergaulan anak perempuannya ini. Kasihan kalau sampai menjadi korban perbuatan yang tidak benar. Masa depannya masih panjang. Kalau saja tadi polisi tidak cepat datang, mungkin sudah terjadi perbuatan asusila,” kata Brigadir Kepala Sonny Darmawan., Bamin Ops Polres Sorong kepada orangtua bunga.

Pesan itu juga disampaikan Sonny kepada orangtua Kampret. Dari pemeriksaan polisi terhadap ponsel milik Kampret, tersimpan banyak video porno. “Anak ibu ini fisiknya kelihatan sehat, tapi otaknya sakit. Sudah terpapar video porno yang sering ditonton lewat HP-nya. Mumpung masih belum terlalu jauh, mohon dibimbing dengan baik,” tutur Sonny.

Setelah kedua pelajar yang baru 2 minggu itu berkenalan disuruh membuat surat pernyataan, keduanya disuruh pulang bersama orangtua masing-masing.

Anda mungkin juga berminat