Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Masyarakat PB Belum Rasakan Kehadiran Polisi, Ini Respon Kapolda

0 163

Manokwari,TN – Masyarakat Provinsi Papua Barat belum terlalu merasakan kehadiran polisi di tengah-tengah mereka.
Litbang Kompas merilis bahwa hasil penelitian indeks kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polisi yang dilakukan selama satu bulan, mulai 11 Juli hingga 19 Agustus 2019 meliputi seluruh wilayah hukum Polda Papua Barat yang mencakup 6 wilayah hukum polres.

Diantaranya, Polres Sorong Kota, Polres Sorong Selatan, Polres Manokwari, Polres Teluk Wondama, Polres Fakfak dan Polres Kaimana. Dimana dilihat dari beberapa aspek pelayanan yang dirasakan oleh masyarakat yakni meliputi citra polisi, rasa aman publik, kepercayaan terhadap polda dan banchmarking aparat penegak hukum di masyarakat Papua Barat.

“Umumnya responden Masyarakat sudah menilai positif kinerja polisi, meski demikian kehadiran polisi belum terlalu dirasakan padahal sangat diharapkan,” ujar peneliti litbang kompas, Satryo saat mempresentasikan kepada Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak bersama sejumlah pejabat utamanya di Mapolda, Kamis (19/9).

Hal itu dibuktikan dengan grafik penelitian kuisioner pertanyaan, apakah pernah melihat Polisi di sekitar lingkungan mengunjungi warga ke rumah-rumah.

Dengan keterangan tertinggi menjawab tidak pernah melihat yaitu 67.8 persen, kemudian, yang menjawab kadang-kadang atau sekali-sekali 15.9 peresen, menjawab sering 10.7 persen dan menjawab tidak tahu 5.6 persen.

“Indeks kepuasan kinerja Polda Papua Barat, rata-rata secara umum sudah cukup baik tapi harus lebih ditingkatkan lagi,” ujar Satrio.

Garfik lainnya, seperti pertanyaan, apakah mengenal Polisi yang biasa datang mengunjungi warga, angka tertinggi menjawab tidak tahu, yakni 53.3 persen dan menjawab tahu 27.4 persen kemudian menjawab tahu wajah tapi tidak tahu nama 19.3 persen.

Pertanyaan lain, apakah sudah pernah mendengar sebutan Polisi Bhayangkara Pembina Keamanan Masyarakat (Babin Kamtibmas)? banyak menjawab belum pernah yakni 56.3 persen, yang menjawab sudah pernah 43.3 persen dan tidak tahu 0.4 persen.

Peran Babin Kamtibmas dan Senkom Mitra Polri belum terlalu dikenal, namun setelah diinformasikan apa tugasnya, mayoritas responden merasa tertarik.

Kesimpulannya kata Satrio, dari segi perilaku dan kepatuhan masyarakat sudah paham apa yang seharusnya tetapi belum diikuti dengan perilaku dan kepatuhan yang sesuai dan masalah miras adalah yang paling dirasakan sebagai gangguan keamanan, termasuk dilakukan oleh oknum polisi.

“Miras masalah utama yang mendominasi membuat masyarakat Papua Barat tidak aman. Paling banyak melihat polisi melakukan kegiatan lain setelah tugas yaitu Mabok,” ungkap Satrio.

Menurutnya, hal ini merupakan langkah maju dalam mewujudkan polisi yang diharapkan dan dicintai masyarakatnya.
Merespon penelitian Litbang Kompas itu, Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Drs Herry Rudolf Nahak, M.Si mengapresiasi hasil yang disampaikan dan merasa puas karena masyarakat jujur menyampaikan.

Menurut Kapolda, litbang kompas adalah lembaga yang sangat kredibel dan hasil penelitian serta survei yang dilakukan selalu menjadi ukuran institusi Polri dalam mengukur salah satu kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Hasil penelitian litbang kompas akan menjadi bahan evaluasi bagi kami. Saya akan perintahkan masing-masing pajabat utama untuk menentukan langkah dan program prioritas. Kemudian, hal lain, sebagaian yang kita anggap Babin Kamtibmas sudah jalan ternyata sebagaian masih banyak tidak dikenal,” kata Herry Nahak.

Anda mungkin juga berminat