Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Mangkir di Sidang Perdana, Hakim Tunda Sidang, Berharap Tergugat Bank BNI Hadir

0 109

Sorong, TN- Sidang perdana kasus Perdata antara nasabah Bank Nasional Indonesia atas nama, Ramilah Ram, (Penggugat) dengan Bank Nasional Indonesia (BNI) Cabang Sorong (Tergugat) di Pengadilan Negeri Kelas IIB Sorong, tidak dihadiri oleh bank BNI sebagai Tergugat.

Sidang yang dipimpin oleh Hakim tunggal, Deddi Sahusilawane, S.H, pada Kamis (7/11) pukul 14.00 WIT, kemudian ditunda sampai hari Rabu 13 November 2019 mendatang.

Kuasa Hukum penggugat, Jein R. A. Woisiri, S.H, bersama Areos B. Borolla, S.H, kepada teropongnees.com, menyebutkan kasus yang dialami kliennya ini merupakan sebuah kelalaian dan ketidak hati-hatian dari Bank Negara Indonesia, sehingga akhirnya mengalami kerugian sebesar Rp209.556.000.

“Dalam gugatan klien kami terhadap pihak BNI disini karena, klien kami merasa dirugikan, dimana ketika kartu ATM milik klien kami tercecer. Karena klien kami ini merupakan nasabah yang diprioritaskan makanya pada hari kamis langsung yang bersangkutan menelepon pihak bank melalui CS untuk segera memblokir rekeningnya, namun setelah dicek pada hari Senin, pihak bank bilang sudah diblokir. Akan tetapi ketika diperiksa lewat rekening koran milik klien kami ternyata sebagian besar uang sudah hilang di rekening milik klien kami,” tutur Kuasa Hukum penggugat, Jein Woisiri, di kantornya, Juamt (8/11).

Menurut Wosiri, lewat persoalan tersebut, dirinya menduga kalau pihak bank tidak menerapkan prinsip kehati-hatian, sehingga merugikan nasabahnya. Apalagi nasabahnya itu merupakan nasabah prioritas.

Berdasarkan isi gugatan, penggugat merupakan nasabah dari tergugat, yang mana penggugat memiliki sejumlah uang yang disimpan pada tergugat dengan nomor Rekening 19902***** dengan nominal atau saldo terakhir per 16 Oktober 2019 kurang lebih sebesar Rp510.999.133 dan penggugat memiliki kartu ATM Emerald dengan status sebagai nasabah prioritas dengan pelayanan khusus.

Menurut Kuasa Hukum penggugat, Jein Woisiri, berdasarkan keterangan yang dituangkan dalam gugatan, bahwa pada 18 Oktober 2019 penggugat mendatangi pihak tergugat guna mengkonfirmasi terkait pemblokiran rekeningnya, dan menurut pengakuan pihak tergugat saat itu sudah diblokir.

Mendapat informasi telah diblokir, penggugat langsung melakukan penarikan dari rekening tersebut, sebanyak Rp80 juta, dan ternyata sisa yang tidak terpakai sebanyak Rp30.500.000, merasa curiga akan hal tersebut, penggugat kembali menabung uang yang ditarik tersebut ke rekeningnya kembali.

“Berpatokan pada saldo akhir per 16 Oktober 2019, itu sebesar Rp510.999.133, jika ditarik Rp80 juta, otomatis sisa saldo Rp461.499.133. Nah, hal ini sangat mengagetkan klien kami, ketika uang sebesar Rp80 juta ditarik sisa saldo sudah berubah drastis hingga Rp30.500.000, aneh kan ?,” sambung Jein Woisiri.

Dikatakan, kemudian pada Senin tanggal 21 Oktober 2019, karena meraasa ada yang aneh, penggugat meminta tergugat untuk melakukan print out rekening koran, dan ternyata benar bahwa saldo dari rekening penggugat sudah berkurang atau hilang terhitung mulai tanggal 17, 18, 19 dan 20 Oktober 2019 berdasarkan print out rekening koran dengan jumlah yang berfariasi.

Kejadian tersebut menurut Kuasa Hukum penggugat, sontak saja membuat kliennya kecewa dan kaget. Karena sebelumnya klien kami sudah menghubungi tergugat untuk memblokir rekeningnya.

Namun kenyataannya berbeda, rekening penggugat tidak diblokir oleh pihak tergugat, sehingga membuat penggugat akhirnya mengalami kerugian sebesar Rp209.556.000 atas ketidak hati-hatian dan kelalain pihak tergugat.

Atas kejadian tersebut, penggugat langsung berinisiatif untuk melakukan Laporan Polisi (LP) berkaitan dengan berkurang atau hilangnya saldo di rekening penggugat.

Menurut, Kuasa Hukum penggugat, hingga saat ini, belum ada itikad baik dari tergugat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut. Selain itu juga pada sidang perdana, Kamis (7/11) kemarin pihak tergugat tidak hadir dalam sidang tersebut.

Sampai berita ini ditayangkan, pihak tergugat dalam hal ini Bank BNI Cabang Sorong belum dapat dikonfirmasi. Oleh Majelis Hakim, Deddi Sahusilawane, S.H, sidang kemudian ditunda sampai Rabu (13/11) mendatang.

Anda mungkin juga berminat