Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Maknai Hari Juang TNI AD, Kodim 1802/Sorong Gelar Khitanan Massal

0 156

Sorong,TN РDalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD 2019 , Kodim 1802/Sorong menggelar Bakti Sosial (Baksos) berupa khitanan massal, Senin (23/12). Sebanyak 150 anak mengikuti Baksos yang dilakukan di Makodim Sorong, Jl. Jenderal Ahmad Yani Kelurahan Klademak, Distrik Sorong, Kota Sorong.

Pantauan media ini, para orang tua nampak antusias membawa anak mereka untuk mengikuti sunatan massal tersebut. Satu-persatu nama dari anak-anak itu dipanggil masuk ke dalam ruangan untuk disunat.

8
Dandim 1802/Sorong , Letkol Inf Budiman saat menyaksikan proses

Komandan Kodim (Dandim) 1802/Sorong, Letkol Inf Budiman, S. E, mengatakan bahwa bakti sosial tersebut bekerjasama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan melibatkan 39 orang medis.

“TNI merupakan anak kandung rakyat, jadi kita lahir dan besar dari rakyat dan inilah bentuk kepedulian TNI untuk rakyat. Sehingga ada kebersamaan antara TNI dan Rakyat dengan konsep bahwa bersama rakyat TNI kuat,”ujar Dandim.

Dikatakan Dandim, untuk mendata anak-anak yang akan mengikuti sunatan massal, ia mengandalkan para Babinsa. Menurut Dandim, para Babinsa lebih dekat dengan masyarakat dan sudah berbaur bersama sehingga proses pendataan lebih mudah dilakukan.

“Masyarakat kita kan sudah berbaur bersama dengan Babinsa, secara otomatis Babinsa lebih mudah untuk mendata anak-anak mana yang akan mengikuti sunatan massal ini,”tutur Dandim.

Sementara itu, pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kota Sorong, dr. Ideham Said menjelaskan bahwa manfaat khitan sangat baik untuk kesehatan karna dapat mencegah Infeksi Menular Seksual (IMS) termasuk HIV

“Secara umum khitan ini baik untuk anak kecil maupun orang dewasa. Khitan mencegah terjadinya Infeksi menular sesksual termasuk HIV, jadi ada korelasi antara orang-orang yang khitam dengan penurunan angka kejadian IMS termasuk HIV,”jelas dr. Idham.

Menurut dr. Idheam, usia ideal dilakukannya khitan adalah usia 0-28 hari. Sebab di usia tersebut tidak menimbulkan efek traumatik terhadap tim medis.

Selain itu, dr. Idham berharap baksos tersebut juga lebih banyak menjangkau kaum duafa atau masyarakat tidak mampu. Sebab, biaya untuk khitan memerlukan biaya yang cukup mahal.

“Kalau untuk baksos kami tergantung panitia lokal. Namun kami berharap Baksos ini lebih menjangkau masyarakat yang kurang mampu karena kalau sunat di tempat luar, tentunya biayanya sangat mahal,”pungkasnya.

Anda mungkin juga berminat