Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Makna Pancasila Jangan Dikotak-kotakan

0 312

Sorong,TN- Makna Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara kesatuan republik indonesia (NKRI) jangan dikotak-kotakan oleh oknum orang atau kelompok untuk memprovokasi masyarakat.

Faktanya yang terjadi saat ini masing-masing orang memiliki pemahaman yang berbeda-beda sesuai doktrin atau dogma yang dimiliki tentang ideologi bangsa, padahal Pancasila sudah final dan mengikat sebagai filosofi lahirnya negara kesatuan republik indonesia.

Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Papua Barat, Syamsudin Seknun,S.Sos.,S.H.,M.H mengatakan, setiap warga negara indonesia harus memahami makna dari pada Pancasila sebagai dasar negara secara utuh supaya tidak salah menafsirkan ideologi bangsa ini.

“Sebagai anak bangsa kalau kita menyadari dan memahami tentang makna dari Pancasila itu sendiri itu maka saya rasa dalam kehidupan baik dalam hal sosial kemasyarakatan, politik dan ekonomi pasti kita tidak terlalu gontot-gontotan,” ucap Syamsudin kepada wartawan di Sorong, Minggu (2/6).

Karena sesungguhnya hakekat dari makna Pancasila itu sudah mengakomodir segala aspek kehidupan dalam bermasyarakat, sosial politik maupun konteks ekonomi.

Sehingga diharapkan kepada anak bangsa yang mencinta Bangsa Indonesia maka maka harus menanamkan serta menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam pola kehidupan setiap harinya.

“Dengan demikian maka akan muncul nasionalisme karena pada hakekatnya itu negara ini bisa kita selamatkan hanya dengan cara bagaimana menanamkan nilai-nilai nasionalime dalam setiap diri anak bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut politisi muda asal Partai NasDem itu menuturkan, dengan cara menanamkan nilai-nilai nasionalisme ini maka tujuan mencapai masyarakat adil dan makmur dapat terlaksana.

Syamsudin berharap kepada masyarakat Papua Barat dan umumnya indonesia untuk tidak terpengaruh dengan doktrin-doktrin keagamaan yang kemudian memecahbelakan masyarakat indonesia.

founding fathers telah melahirkan Pancasila dengan berbagai perbedaan suku, ras, agama dan kelompok kelompok, sehingga harus dirawat setiap sila yang terkandung dalam Pancasila itu sendiri.

Anda mungkin juga berminat