Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

LP3BH Ingatkan Polri Harus Cermat Sidik Tersangka SM

0 259

Manokwari,TN- Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy,S.H mengingatkan Kapolda Papua Barat dan Kapolres Manokwari untuk cermat serta hati-hati dalam menangani perkara terkait “penangkapan” tersangka SM.
Melalui keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Rabu (4/9/2019) Warinussy mengatakan, SM ditangkap aparat kepolisian dan disidik di Polres Manokwari karena diduga membawa sekitar 1.500 lembar bendera Bintang Kejora (BK) berukuran 12 X 25 centimeter di dalam kopernya.
“Hal ini saya sampaikan karena berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor : 7/PUU-XV/2017, tanggal 31 Januari 2018. Di dalam pertimbangan hukumnya, MK menegaskan agar aparat penegak hukum harus berhati-hati dalam menerapkan pasal tentang maker,” tegas Warinussy.
Aktivis HAM ini menuturkan bahwa pasal makar tersebut tidak digunakan sebagai alat untuk membungkam kebebasan menyampaikan pendapat dalam sistem demokrasi, kendatipun demikian, MK juga berpendapat dalam pertimbangan hukumnya bahwa delik makar bisa ditindak oleh penegak hukum cukup dengan adanya niat dan perbuatan permulaan pelaksanaan saja.
“Untuk itu, sebagai Pembela HAM di Tanah Papua, saya mendesak Kapolres Manokwari dan jajarannya segera memberi akses kepada SM untuk dapat memperoleh bantuan hukum sesuai amanat pasal 54, 55 dan 56 UU RI No.81 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Serta memastikan bahwa proses penegakan hukumnya dilakukan secara transparan dan adil” tandasnya.(*)

Anda mungkin juga berminat