Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Lewerissa: Saya Pahami Kekecewaan Rakyat Maluku, Tapi Penentuan Menteri Kewenangan Presiden

0 294

Ambon, TN – Anggota DPR RI asal daerah pemilihan (dapil) Maluku, Hendrik Lewerissa menyatakan, dirinya sangat memahami kekecewaan yang dirasakan rakyat di Provinsi Maluku, lantaran tidak satupun putra terbaik Maluku yang dipercaya Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) yang direkrut masuk dalam kabinet Indonesia Maju.

“Beta (saya) bisa memahami kekecewaan yang dialami oleh masyarakat di Maluku, terkait tidak adanya orang Maluku yang dipercayakan oleh Presiden Jokowi untuk mengisi susunan Kabinet Indonesia Maju. Rakyat di Maluku memahami betul bahwa kewenangan mengangkat dan memberhentikan Menteri Negara itu adalah hak prerogatif Presiden, dan tidak ada seorangpun yang bisa mengintervensi hal itu,” kata Lewerissa saat dihubungi Teropongnews.com, dari Ambon, Kamis (24/10).

Namun persoalannya, kata Lewerissa, bagi rakyat di daerah, termasuk di Maluku, representasi putera daerah di kabinet, adalah simbol harga diri dan kebanggaan rakyat di daerah tersebut.

Menurutnya, harapan sederhana rakyat, ada pengakuan dari pemegang otoritas tertinggi di republik ini terhadap kompetensi, kapasitas dan integritas putera atau puteri daerah, sehingga yang bersangkutan dipandang memenuhi syarat untuk duduk di kabinet.

Dia menegaskan, wajar jika keinginan itu didasarkan atas harapan, bahwa jika putera daerah memegang suatu kekuasaan eksekutif di pusat, maka yang bersangkutan akan memperhatikan daerah asalnya, sehingga program-program pembangunan dapat digelontorkan di daerah asalnya, sehingga berujung pada kesejahteraan sosial rakyat di daerah asalnya akan lebih baik.

“Apa yang salah dengan orang Maluku? Ada banyak orang Maluku yang mampu untuk mengisi formasi kabinet. Karena itu, kekecewaan rakyat di Maluku sangat beralasan dan dapat dimengerti. Sudah terlalu lama tidak ada putera daerah dari Maluku yang menjadi menteri. sejak Orde Baru sampai saat ini hanya Prof. G.A Siwabessy yang dipercayakan sebagai Menteri Kesehatan. Sementara dari Papua hampir dalam setiap kabinet ada orang Papua, terkecuali tahun ini yang tidak ada putera atau puteri Papua,” ungkap Lewerissa.

Kendati demikian, Lewerissa meminta masyarakat di Provinsi Maluku, untuk menghargai keputusan Presiden Jokowi yang telah membentuk Kabinet Indonesia Maju, lantaran keputusan tersebut didasarkan pada pertimbangan dari segala aspek untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Lebih baik memiliki menteri yang hatinya mencintai Maluku sama seperti dia mencintai daerah lain di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini, dibandingkan memiliki menteri yang belum tentu mempunyai perhatian dan kepedulian yang tinggi bagi Maluku. Kita jangan terjebak dengan harapan yang bersifat simbolik saja. Asal dia orang Maluku, mau kinerjanya bagus atau tidak yang penting dia orang Maluku. Dan saya tidak setuju dengan pandangan itu. Bagi saya yang penting substansinya, bahwa siapapun dia yang dipercayakan sebagai menteri, hendaklah dia memperlakukan Maluku setara atau sama dengan perlakuannya bagi daerah-daerah di Pulau Jawa, Sumatera atau Sulawesi dan Kalimantan. Maluku harus berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan provinsi lainnya di republik ini. Saya ingatkan, jangan buat Maluku marah!,” tandas Lewerissa.

Anda mungkin juga berminat