Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Ledakan Populasi Bintang Laut Berduri, Selamatkan Pusat Terumbu Karang Dunia, Ini Langkah Pemkab Raja Ampat

0 199

Waisai, TN – Sejak diinisiasi pada 2018 lalu, Tim Aksi Cepat Tanggap Crown of Thorns Starfish (CoTS) telah memetakan sejumlah wilayah perairan laut Raja Ampat yang terkena dampak ledakan populasi (outbreak) organisme ini, yaitu sekitar Juan’s reef di depan Pulau Arborek (Selat Dampier), Teluk Kabui, Saonek Monde dan telah mencapai perairan laut Misool.

Kemudian melalui pertemuan yang dilaksanakan pada 9 Oktober 2019 lalu, dihasilkan rencana Deklarasi Adopsi Coral oleh sejumlah stakeholder pemerhati laut Raja Ampat sebagai solusi berkelanjutan terhadap ledakan populasi organisme perusak karang ini.

Dijelaskan kepala Dinas Pariwisata kabupaten Raja Ampat, bahwa latar belakang dari program Adopsi Coral ini adalah ledakan populasi Bintang Laut Berduri atau Crown of Thorns Starfish (CoTS) yang mengancam kematian terumbu karang diseluruh perairan Raja Ampat, dan aksi Adopsi Karang ini dalam rangka menyelamatkan pusat keanekaragaman jenis terumbu karang dunia, yang sebagian besarnya berada di Raja Ampat.

“Program Adopsi Coral atau Adopsi Karang ini adalah upaya-upaya seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Raja Ampat dalam mendukung aksi pengendalian bintang laut berduri yang menurut data dari Tim Aksi Cepat Tanggap CoTS ini, sudah mencapai 3.000 CoTS per hektar laut Raja Ampat,” jelas Yusdi.

Lanjut Yusdi, program ini bukan pembagian hak konsensi wisata di kawasan pengendalian yang menjadi tanggungjawab stakeholder yang menandatangani deklarasi, melainkan bagian dari tanggungjawab bersama untuk memastikan CoTS dapat dikendalikan sampai pada batas normal.

Dan nantinya pun, pengadopsi CoTS di wilayah kerjanya secara sadar bekerjasama memberi informasi data berbasis aplikasi online pada sistem pengendalian CoTS yang telah disediakan oleh Tim Aksi Cepat Tanggap CoTS Raja Ampat.

“Para pengadopsi ini, nantinya akan membiaya aksi pengendalian CoTS di wilayah kerjanya masing-masing, sesuai dengan pembagian kerja pengendalian CoTS masing-masing beserta rencana pengendalian yang mereka telah tentukan sendiri. Karena mereka menandatangani deklarasi ini dengan penuh kesadaran dan komitmen atas keberlangsungan terumbu karang Raja Ampat,” lanjut Yusdi

Direncanakan penandatanganan Deklarasi Adopsi Terumbu Karang Untuk Penanganan Ledakan Populasi Bintang Laut Berduri ini akan dilaksanakan pada Festival Bahari 2019.

Selain nanti ditandatangani pihak Pemerintah daerah, yakni Gubernur provinsi Papua Barat dan Bupati Raja Ampat, sejumlah stakeholder pemerhati laut Raja Ampat juga akan turut menandatangani deklarasi ini, diantaranya; BASARNAS Raja Ampat, BKKPN Kupang Satker Raja Ampat, UNIPA, Syahbandar Raja Ampat, Jaringan Kapal Rekreasi (Jangkar) Raja Ampat, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Raja Ampat, Conservation International (CI) Raja Ampat, The Nature Conservancy (TNC) Raja Ampat, Asosiasi Homestay Raja Ampat, Fauna Flora International (FFI) Raja Ampat, Yayasan Nasaret Papua, Professional Association of Divers Raja Ampat (PADRA), Papua Explorers Resort, Papua Diving Resort, Raja Ampat Dive Lodge (RADL), Deboray Resort, PT. Silolona, KLM. Amira, KM. Gaia Love, Meridian Capital, Misool Eco Resort, Arborek Dive Resort, KM. Tiara, KM. Dewi Nusantara, AFU Resort, Putras Resort, dan Barefoot Conservation.

Anda mungkin juga berminat