Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Lebih Suka Dipanggil ‘Kawan’ daripada ‘Anggota Dewan’

Manuel Syatfle S.Ip, Wajah Baru di Gedung DPRD Kabupaten Sorong

0 472

MENYEBUT nama Manuel Syatfle di Klamono Raya, orang setempat langsung mengenali pada sosok sederhana, murah senyum dan gampang bergaul. Sehari-hari, sosok yang terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Sorong periode 2019-2024 ini, punya penampilan yang khas. Selalu memakai penutup kepala warna merah dengan hiasan pernik-pernik.

Manuel Syatfle yang lahir di Klabot pada 40 tahun silam ini, merupakan 1 dari 8 Orang Asli Papua (OAP) yang terpilih sebagai Anggota DPRD Kabsor periode 2019-2024. Pada pemilihan legislatif 17 April 2019, dia berhasil mengantongi 771 suara dari Daerah Pemilihan II.

Dalam kesehariannya, Manuel banyak aktif pada kegiatan kepemudaan dan olahraga. Di kalangan ini interaksi Manuel dikenal cukup luas sebagai sosok yang mudah bergaul dan menjadikannya banyak teman. Di sisi lain, Manuel juga mengabdikan diri sebagai hamba Tuhan pada majlis jemaat gereja Laharoit Klamono.

“Saya sebagai Wakil Sekretaris Pengurus Jemaat Gereja Laharoit,” kata pria yang juga Ketua DPC KNPI Klamono ini.

Sosok sederhana Manuel Syatfle S.Ip sebelum dilantik sebagai anggota DPRD Kabupaten Sorong periode 2019-2024. (Foto:Tantowi/TN)

Tidak asingnya sosok Manuel di segala lapisan masyarakat di Klamono ini, yang menjadi salah satu modal dukungan maju sebagai anggota DPRD Kabsor.  Niatnya untuk maju dalam kontestasi politik lima tahunan ini, didasari rasa prihatinnya terhadap perilaku oknum-oknum anggota dewan yang selama ini sudah menikmati kursi empuk DPRD.

Sejumlah oknum anggota DPRD Kabupaten Sorong, kata Ketua DPC Partai Berkarya Klamono ini, tidak banyak memberi perhatian terhadap kondisi ekonomi, sosial, pendidikan dan kesehatan masyarakat yang cukup memprihatinkan.

“Selama ini jarang ada perhatian dari anggota dewan. Mereka tidak pernah melakukan itu. Hanya ketika kampanye, mereka banyak menyampaikan program untuk mengatasi masalah ini dalam visi misi. Tapi ya sebatas itu. Ketika sudah terpilih, mereka sudah tidak tahu dengan hal-hal itu. Malas tahu dengan apa yang sudah pernah dijanjikan saat kampanye,” urai Manuel, yang merupakan satu-satunya politisi Partai Berkarya Kabupaten Sorong yang berhasil lolos ke gedung parlemen.

“Jadi hal-hal seperti ini yang mendorong pribadi saya untuk maju. Visi saya membangun dengan iman, melayani dengan kasih. Terus misi saya, yang pertama meningkatkan semangat pemuda dalam bidang olahraga, seni dan budaya. Kedua, meningkatkan kualitas pendidikan rakyat, kesehatan dan ekonomi. Itu kira-kira visi misi yang nanti bisa saya buktikan di masyarakat. Saya tidak mau janji yang muluk-muluk,” tambah Manuel.

Selama proses pemilihan, Manuel mengaku tidak memiliki banyak uang seperti politisi lain yang maju dalam kontestasi politik lima tahunan ini. Uangnya hanya cukup untuk ongkos membuat kegiatan pertemuan dengan kader, sewa tenda dan kursi, beli makanan dan minuman saat sosialisasi. Dengan sedikit modal, dia banyak membuat kegiatan pertemuan dengan masyarakat, meski dalam bentuk yang sederhana.“Ini saya lakukan di tiap-tiap distrik,” kata Manuel.

Kebiasaannya bergaul, suka membantu dan aktif dalam setiap kegiatan di masyarakat, merupakan modal utama yang kini telah dipetik. Manuel berhasil mengalahkan sejumlah politisi senior yang sama-sama bertarung mendulang dukungan di Dapil II.

“Bagaimana saya bisa terpilih? Itu kembali ke pribadi masing-masing masyarakat yang menilai. Karena jabatan politis ini ada di tangan rakyat, mereka yang menentukan,” ujarnya.

Kini, ketika sudah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Sorong periode 2019-2024, Manuel berjanji akan berbuat sesuai apa yang sudah dulu dijanjikan. Dan dia akan tetap menjaga sikap sebagai sosok yang sederhana, bergaul dengan masyarakat yang telah memilihnya. Bahkan, dia enggan dipanggil sebagai ‘Anggota Dewan’ ketika nanti turun menyerap aspirasi masyarakat.

“Saya secara pribadi, ketika turun lapangan lalu di panggil ‘Anggota Dewan’, masyarakat menjadi minder. Ada rasa takut untuk mendekat karena menilai kita sebagai pejabat. Lebih baik gunakan sapaan keluarga, seperti kaka, adik, saudara atau kawan. Dengan sapaan ini, interaksi menjadi lebih terbuka dan memudahkan kita menyerap aspirasi mereka,” urai Manuel.

Manuel Syatfle mendapat ucapan selamat dari Bupati Sorong, Dr. Johny Kamuru SH,MSi, usai pelantikan di gedung DPRD Kabupaten Sorong. (Foto:Tantowi/TN)

Dipilihnya sapaan dengan bahasa keluarga ini menurutnya, sebagai wujud konsistensinya dalam menjaga sikap sederhana seperti ketika belum duduk di kursi parlemen, meski orang tahu saat ini dirinya sudah menjabat sebagai anggota dewan.

“Saya tidak berjanji. Tapi ketika saya sudah di posisi ini, saya akan berusaha tetap seperti apa yang saya lakukan sebelumnya. Banyak berinteraksi dengan masyarakat. Membantu masyarakat,” katanya.

Konsistensinya itupun, didasari oleh sebuah kutipan dari firman Tuhan yang dia yakini. Siapa meninggikan diri, akan direndahkan oleh Tuhan. Siapa yang merendahkan diri, akan ditinggikan oleh Tuhan.***

Anda mungkin juga berminat