Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

LAKI : Kejaksaan Harus Seriusi Dugaan Korupsi Proyek Normalisasi Sungai Malawili

0 319

Sorong,TN- Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Wilayah Papua Barat, Gandhi Sarijudin,S.T minta kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Sorong harus serius mengungkap dugaan korupsi proyek pengerjaan normalisasi sungai malawili Sorong.

Kepada media ini, Rabu (7/8) Gandhi mengatakan, ketika aparat penegak hukum telah melakukan langkah hukum maka publik juga perlu keterbuakaan terkait penyidikan itu.

Karena penyidik kejaksaan negeri sorong telah menaikan status pekerjaan normalisasi Sungai Malawili yang diduga bermasalah dan menimbulkan kerugian negara dari penyelidikan ke penyidikan.

“Sebenarnya dari penyelidikan sudah ada calon tersangka, apalagi sekarang sudah ditingkatkan ke penyidikan maka potensi Tipikor sangat besar, saya berharap Kejaksaan Negeri Sorong melakukan langkah-langkah penegakan hukum hingga ke tahap penututan dan memiliki kekuatan hukum tetap” kata Gandhi menjelaskan.

Gandhi mengutarakan, kejaksan jangan asal bunyi sesaat kemudian penyidikan kasus dugaan kerugian negara ini hilang tanpa jejak, padahal sudah diketahui publik.

Dia juga menghimbau kepada pihak penyidik supaya terbuka terkait kerugian negara akibat dari proyek pekerjaan, tujuannya untuk menjadi dasar semua pihak mengawal proses hukumnya.

“Ada pengalaman yang terjadi beberapa kasus korupsi yang ditangani aparat penegak hukum, pertama-pertama bunyi setelah itu tenang, itu yang saya ingatkan lagi”tandasnya.

Sebelumnya, ketua tim penyidik Kejaksaan Negeri Sorong yang menyidik kasus dugaan korupsi pengerjaan normalisasi sungai malawili, Yusran A. Baadilla, S.H.,M.H menjelaskan, saat ini mereka telah melakukan pemeriksaan terhadap 8 saksi.

Saksi yang dimintai keterangan masing-masing Konsultan Pengawas PPK berinisial W, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial IK dan Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua Barat tahun 2017, berinisial SS serta 5 orang lainnya.

Anda mungkin juga berminat