Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Lahan Stadion Tempat PSM Makassar Bermarkas Bukan Milik Pemprov Sulsel

0 54

Makassar, TN – Lahan Stadion Matoangging ternyata milik salah seorang warga keturunan Tionghoa bernama Faizal Thoeng, dan bukan milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atau Yayasan Olahraga Sulses (YOSS). Lahan seluas 3.985 meter persegi itu dibangun pada 16 Agustus 1955 untuk digunakan sebagai penyelenggaraan tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) ke IV/1957 di Makassar.

Namun, pasca penyelenggaraan PON IV di Makassar itu, pada 1989 Pemprov Sulsel mengeluarkan surat hak pakai terhadap Stadion Mattoanging. Tapi, hingga kini, surat hak pakai terhadap lahan Stadion Mattoanging itu yang belum diketahui alasannya.

“Nah, ada pengakuan Faizal Thoeng atau ahli waris lahan dimana Stadion Matoangging berdiri. Dari beberapa literatur dan teman-teman yang melakukan investigasi terhadap para ahli waris baik di Jakarta, di Bali bahkan kemarin video call di Belgia itu dinyatakan secara jelas, bahwa memang itu lahan bukan milik Pemprov Sulsel,” kata Ketua Lembaga Investigasi dan Monitoring, Muhammad Sanrego kepada wartawan, di Makassar, Minggu (7/7).

Menurut Sanrego, pihaknya memperoleh data dari beberapa berkas dan wawancara dengan hak waris dari Faizal Thoeng yang masih hidup dan tinggal di Jakarta. Untuk diketahui, Stadion Mattoanging merupakan markas milik PSM Makassar.

Dia menyatakan, masalah ini akan diserahkan pemerintah, dan pihaknya menghormati apa yang jadi kiat dan tujuan pemerintah untuk kepentingan rakyat. Akan tetapi, lanjut Sanrego, jika dinyatakan seorang pejabat hak-hak pakai ini bisa dikuasai secara pribadi atau individu, maka pihaknya yakin Faizal Thoeng sebagai ahli waris, akan menggugat pemerintah.

“Jadi, saya kira hak pakai ada mekanismenya, yaitu ada perikatan antara dua pihak dinyatakan di depan di pejabat umum atau notaris, terus dimintakan ke pertanahan nasional untuk disertifikatkan untuk sertifikat hak pakai bukan hak milik,” tandas Sanrego.

Anda mungkin juga berminat