Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

KPUD Kabsor Lakukan Evaluasi, Tak Semua Parpol Ambil Fasilitas Kampanye

0 112

Aimas, TN – Partai Politik peserta pemilu tahun 2019, sebenarnya mendapatkan alat peraga kampanye (APK) secara cuma-cuma dari pemerintah. Tetapi ternyata tidak semua parpol mengambil fasilitas yang telah disiapkan dengan anggaran keuangan negara.

Hal itu terungkap saat dilakukan Rapat Evaluasi Fasilitasi Kampanye Pemilihan Umum Serentak tahun 2019 di ruang rapat KPUD Kabsor, Rabu (14/8/2019), yang mengundang Bawaslu Kabsor, partai peserta pemilu serta seluruh stake holder terkait.

“Dalam kesempatan evaluasi ini kami ingin mendengar, apa alasan partai peserta pemilu tidak mengambil fasilitas kampanye yang telah kami siapkan. Padahal biaya untuk pengadaan barang itu kan juga tidak sedikit,” kata Adomince Y Pandori, Ketua KPUD Kabsor.

Fasilitas APK yang disiapkan KPUD itu ada 2 jenis. Pertama dalam bentuk spanduk ukuran 1,5 x 4 meter, serta baliho dengan ukuran 3 x 4 meter. Setiap parpol mendapatkan jatah 10 lembar baliho dan 16 lembar spanduk. Tapi penyediaan fasilitas APK oleh KPUD itu hanya sebatas pada pengadaan material, tidak termasuk desain gambar.

“Untuk desainnya kami persilakan masing-masing parpol yang menyiapkan, lalu disampaikan sekretariat KPUD untuk kami cetak. Jika sudah selesai, silakan dipasang sendiri di tempat-tempat pemasangan APK yang telah disepakati bersama,” kata Adomince.

Jatah fasilitas APK bukan hanya pada parpol, tapi juga diberikan kepada pasangan Capres dan Cawapres. Jumlahnya sama, yakni 10 lembar untuk baliho dan 16 lembar spanduk. “Sampai selesai tahapan masa kampanye, dari 19 parpol peserta pemilu, hanya 8 parpol yang menyampaikan desain gambar ke kami,” katanya.

Menanggapi kenyataan itu, Ketua Bawaslu Kabsor, Regina Gembenop SH mensinyalir karena kurangnya komunikasi antara KPUD dengan peserta pemilu terkait fasilitasi tersebut. “Kemungkinan salah satu penyebabnya, karena kurangnya komunikasi,” kata Regina.

Sedangkan menurut M Rizal, Wakil Sekretaris Partai Nasdem Kabsor, minimnya peserta pemilu menggunakan fasilitas APK itu karena materi desain untuk kepentingan atau mewakili partai. “Kalau boleh usul, nanti kalau memang ada fasilitasi, diberikan saja ke masing-masing caleg, bukan ke partai. Karena kalau ke partai, akibatnya sesama anggota partai hanya saling tunggu untuk pemasangannya,” kata Rizal.

Anda mungkin juga berminat