Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

KPK Persilahkan Pemeriksa Pajak Ambon Hadirkan Saksi

0 28

Ambon, TN – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempersilahkan Supervisor atau Pemeriksa Pajak KPP Pratama Ambon, tersangka Sulimin Ratim untuk menghadirkan saksi meringankan dalam kasus dugaan suap, terkait perkara pajak yang membelitnya.

“Penyidik menanyakan terkait hak tersangka untuk menghadirkan saksi a de charge atau saksi yang meringankan,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, lewat rilisnya yang diterima Teropongnews.com, di Ambon, Rabu (30/1).

KPK menanyakan hal tersebut kepada tersangka Sulimin dengan memasukan dalam jadwal pemeriksaan pada hari ini sebagai tersangka. “Penyidik hari ini memanggil tersangka SUL dalam kapasitas sebagai tersangka,” katanya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Sulimin bersama La Masikamba karena diduga menerima hadiah atau janji alias suap dari Pemilik CV AT, Anthony Liando, terkait kewajiban pajak dari pajak orang atau pribadi tahun 2016 di KPP Pratama Ambon yang totalnya sekitar Rp1,7 miliar sampai Rp2,4 miliar.

La Masikamba selaku Kepala Kantor Pajak KPP Pratama Ambon, berdasarkan Surat dari KPP Pusat agar melakukan pemeriksaan khusus terhadap 13 wajib pajak di wilayah Ambon karena indikasi mencurigakan, salah satunya adalah Anthony Liando.

Atas dasar surat tersebut, La Masikamba memerintahkan Sulimin Ratim untuk melakukan pemeriksaan yang langsung diawasi sang bos. Salah satu hasil profiling, bahwa ada peningkatan harta wajib pajak Anthony diperkirakan Rp1,7 sampai Rp2,4 miliar.

Melalui komunikasi Anthony Liando dengan Sulimin Ratim, dinegosiasikan dari perkiraaan sampe Rp2,4 miliar akhirnya disepakati sekitar Rp1,037 miliar.

Atas kesepakatan tersebut, terjadi komitmen pemberian Rp320 juta yang diberikan bertahap, yakni pada tanggal 4 September 2018 melalui setoran bank dari Anthony melalui rekening anaknya kepada Sulimin sejumlah Rp20 juta.

Kemudian, pada 2 Oktober 2018 Anthony memberikan uang tunai Rp100 juta kepada Sulimin di rumah Sulimin. Setelah itu, Anthony memberikan Rp200 juta kepada La Masikamba sekitar akhir September setelah menerima Surat Keterangan Pajak (SKP).

Selain pemberian tersebut, La Masikamba diduga menerima pemberian lainnya dari Anthony Liando sebesar Rp550 juta pada 10 Agustus 2018. Dana tersebut terdapat di salah satu rekening yang diatasnamakan pihak lain.

KPK menyangka Anthony Liando selaku pemberi suap melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001.

Sedangkan terhadap Sulimin Ratim selaku penerima suap, KPK menyangkanya melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001.

Adapun La Masikamba juga selaku penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 dan Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001.(*)

Anda mungkin juga berminat