Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kota Tidore Rawan Peredaran Narkoba

0 20

Tidore, TN – Dari 10 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Maluku Utara, Kota Tidore menjadi kawasan rawan target peredaran narkoba.

“Itu hasil pemetaan kita,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Maluku Utara, Benny Gunawan saat pelantikan Kepala BNN Kota Tidore Kepulauan di Kantor Wali Kota Tidore Kepulauan, Jumat (18/1) pagi.

Dia kemudian membeberkan, bahwa sepanjang tahun 2018, jumlah pelaku penyalahgunaan narkoba di provinsi Maluku Utara tercatat sebanyak 13.181 orang. Sedangkan narkotika jenis baru yang bereder sebanyak 71 jenis.

Dari jumlah itu, terdapat 68 jenis yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan nomor 7 tahun 2018.
Untuk itu, Benny berharap, ada kerjasama yang baik antara BNN, pemerintah daerah, Polres, Dandim 1505, serta unsur terkait untuk memberantas narkoba.

“Kepala BNN Kota Tidore juga harus memaksimalkan koordinasi ini,” tandasnya.

Kepala BNN Kota Tidore Kepulauan, AKBP. Busranto Latif Doa mengaku, akan berkomitmen mendeteksi peredaran narkoba di Tidore. Pasalnya, Tidore adalah negeri yang di bangun atas dasar Loa se Banari (bersih dan jujur).

“Pemberantasan narkoba harus didorong melalui semangat bersama dari semua kalangan. Bukan hanya sekadar tugas BNN saja, tapi ini merupakan tanggungjawab bersama,” tegasnya.

Sepanjang 2018, jajaran Polres Kota Tidore Kepulauan telah menangani tujuh kasus penyalahgunaan narkoba. Rata-rata narkotika yang diamankan jenis ganja. Barang tersebut diperoleh dari luar, seperti Papua dan Sumatera.

Sementara Kapolres Kota Tidore Kepulauan, AKBP Doly Heriadi, pada kesempatan tersebut menuturkan, penanganannya sudah dilimpahkan ke kejaksaan untuk di proses lebih lanjut. Bahkan semua sudah divonis di tingkat pengadilan.

“Jadi penyalahgunaan di Tidore ini masih level kuning. Hati-hati,” tandasnya.

Karena tidak menutup kemungkinan, kata Doly, peredaran narkoba sudah masuk di wilayah Tidore. Rata-rata, sasarannya adalah pelajar. Baik itu pengguna maupun kurir. “Itu (kurir) bahkan ada dari pelajar yang pernah kita tangani,” katanya.

Sejauh ini, menurut Doly, tidak ada kendala dalam penanganan. Sebab, pengontrolan juga dilakukan di lembaga pemasyarakatan. Hasilnya, tidak ada indikasi yang ditemukan.

Hanya saja, di Maluku Utara belum ada laboratorium untuk mengidentivikasi jenis-jenis narkotika yang di amankan. “Semua diperiksa di Makassar,” ujar dia.(*)

Anda mungkin juga berminat