Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kota Sorong Sudah 3 Tahun Terapkan Sistem Zonasi

0 151

Sorong,TN- Sistem Zonasi saat ini tengah menjadi polemik yang bergejolak di beberapa wilayah Indonesia bagian Barat. Meskipun menjadi masalah di beberapa wilayah, namun sistem zonasi ternyata bukan hal yang baru di Indonesia Bagian Timur terlebih khusus di wilayah Kota Sorong. Pjs Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sorong Jacob Haurissa menjelaskan bahwa untuk penerimaan siswa baru dengan menggunakan sistem zonasi di Kota Sorong sebenarnya sudah berlangsung selama kurang lebih 3 tahun dan selama itu tidak ada masalah.

“Saya pikir ini itikad baik dari Pemerintah Pusat untuk melakukan zonasi supaya istilah sekolah favorit itu dihilangkan, dan agar penyebaran siswa di setiap sekolah sama dan penyebaran guru honor pun sama dan tidak hanya terfokus pada 1 sekolah saja,” ungkapnya saat ditemui awak media, di ruang kerjanya, Rabu (26/6).

Lanjutnya, seharusnya masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualiatas guru di sekolah karena khusus untuk sekolah Negeri di Kota Sorong ini memiliki guru yang bermutu sama. Namun memang zonasi ini masih diperuntukkan untuk sekolah Negeri akan tetapi kedepannya Pemerintah Daerah juga akan meminta sekolah swasta untuk mengikuti zonasi ini.

“Masyarakat jangan ragu dengan sekolah Negeri di Kota Sorong karena semua sama dan memiliki mutu yang sama,” tuturnya.

Selain itu tentunya masyarakat harus merasa senang karena dengan adanya zonasi, dapat mempermudah anak-anak yang tidak harus bersekolah di sekolah yang jauh dari lingkungannya sehingga tidak harus naik trasportasi dan juga bisa mengurangi beban orang tua. Sementara itu untuk jalur Zonasi di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sorong telah ditentukan.

“Misalnya sekolah SMP itupun sudah mengadakan pembagian zonasi, Zonasi pertama yaitu SMP Negeri 7 Kasuari, Zonasi ke 2 di Pulau Doom yaitu SMP Negeri 1, Zonasi 3 SMP Negeri 2 Rufei dan SMP N 1, Kamoung Baru kemudian Zonasi 4 SMP Negeri 9 , Zonasi 5 adalah SMP Negeri 6 dan Zonasi ke- 6 adalah SMP Negeri 5 dan SMP Negeri 10 Kota Sorong,” ujarnya.

Selain itu, untuk pendaftaran siswa baru dilaksanakan melalui 3 jalur yakni jalur zonasi daya tampung siswa di lingkungan sekitar sekolah sebesar 80 persen, kemudian jalur prestasi yang berada di luar zonasi sebanyak 15 persen dan ada juga jalur perpindahan yang disebabkan orang tua pindah tugas sebesar 5 persen.

“Jadi jika sudah bersekolah misalkan di SMP 9 Kota Sorong namun orang tua harus pindah ke tempat lain maka siswa tersebut bisa dipindahkan,” ungkapnya.

Lanjutnya, 3 jalur penerimaan tersebut merupakan presentasi yang sudah ditetapkan berdasarkan Permen nomor 20 tahun 2019 untuk jumlah presentasi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sorong berharap zonasi harus tetap dilaksanakan dan diharapkan sekolah harus menerima hal tersebut.

“Intinya kami akan terus mengkoordinir dan membina jadi masyarakat tidak perlu ragu dengan mutu guru-guru di sekolah Negeri,” pungkasnya.

Anda mungkin juga berminat